MDI.NEWS, Jakarta—-Film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa produksi Soraya Intercine Films sukses menembus 1 juta penonton sejak tayang di bioskop Indonesia. Pencapaian ini diumumkan di Jakarta pada 29 Maret 2026 dan menjadi salah satu torehan penting di momen libur Lebaran tahun ini. Senin, 30 Maret 2026.
Keberhasilan tersebut menegaskan posisi film ini sebagai bagian dari kebangkitan waralaba Suzzanna di industri perfilman nasional. Tiga film adaptasi yang mengangkat sosok Suzzanna kini sama-sama menyandang predikat blockbuster, menunjukkan daya tarik yang konsisten di mata penonton.
Film ini juga menjadi salah satu film Lebaran yang mampu meraih lebih dari satu juta penonton dalam waktu relatif singkat. Antusiasme tersebut mencerminkan bahwa warisan dan pengaruh Suzzanna tetap hidup serta terus dicintai masyarakat lintas generasi di Indonesia.
Aktris Luna Maya menyampaikan bahwa pencapaian ini memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat penonton terhadap film tersebut. “Raihan 1 juta penonton ini adalah bukti bahwa sosok Bunda Suzzanna masih sangat dicintai dan dirindukan,” ujar Luna Maya.
Secara terpisah, produser Sunil Soraya menilai kesuksesan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Suzzanna yang telah menjadi ikon perfilman nasional. Ia menegaskan bahwa film ini dibuat dengan semangat menghadirkan tribut terbaik. “Kami merasa terhormat bisa memberikan penghormatan melalui film ini,” kata Sunil Soraya.
Sutradara Azhar Kinoi Lubis menambahkan bahwa pengalaman sinematik menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Ia mengapresiasi penonton yang telah menikmati sajian visual dan cerita yang dihadirkan. “Terima kasih kepada penonton yang telah menikmati pengalaman menonton dengan adegan sinematik yang epik,” tuturnya.
Film ini diproduksi oleh Soraya Intercine Films dengan dukungan Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment. Naskah ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya, serta diperkuat oleh jajaran pemain seperti Reza Rahadian, Clift Sangra, dan sejumlah aktor senior lainnya dalam genre horor-aksi.
Adapun cerita film ini berpusat pada perjalanan Suzzanna yang diliputi dendam setelah ayahnya tewas akibat santet dari penguasa desa. Dalam upaya membalas dendam, ia mempelajari ilmu hitam, namun di tengah perjalanan justru dihadapkan pada cinta yang menguji pilihannya. Konflik antara dendam dan cinta menjadi inti cerita yang membawa karakter utama pada keputusan besar dalam hidupnya. (***)







