MDI.NEWS, Jakarta —– Peluncuran poster dan trailer resmi film Keluarga Suami Adalah Hama digelar melalui konferensi pers yang menghadirkan para pemain serta tim produksi. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan film bergenre drama keluarga tersebut kepada publik sebelum tayang di bioskop pada 21 Mei 2026. Sejumlah pemeran utama seperti Omar Daniel, Raihaanun, serta sutradara Anggi Umbara turut hadir dan berbagi cerita mengenai proses kreatif film ini. Rabu, 29 April 2026 pada gelar konferensi pers di XXI Senayan City.
Film ini mengangkat tema konflik rumah tangga yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam relasi antara suami, istri, dan keluarga besar. Cerita tersebut berangkat dari konten populer di platform digital yang telah ditonton ratusan juta kali, kemudian dikembangkan menjadi film panjang dengan penguatan alur dan pendalaman karakter agar lebih emosional dan menyentuh penonton.
Sutradara Anggi Umbara menyampaikan bahwa cerita dalam film ini merupakan refleksi dari pengalaman pribadi maupun fenomena yang ia amati di lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa konflik yang dihadirkan tidak dibuat-buat, melainkan berangkat dari realitas kehidupan pasangan suami istri. Ia mengatakan, “Semua potongan cerita di film ini terasa sangat dekat, bahkan saya sendiri pernah mengalaminya.”
Dari sisi karakter, Omar Daniel yang memerankan Damar menjelaskan bahwa tokoh yang ia mainkan berada dalam posisi dilematis. Ia menggambarkan Damar sebagai sosok pria yang harus menyeimbangkan peran antara anak dan suami di tengah tekanan keluarga. Ia menuturkan bahwa karakter tersebut berusaha mengambil keputusan terbaik meski situasi yang dihadapi tidak mudah. “Damar hanya ingin adil, tetapi situasinya tidak pernah sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, Raihaanun yang memerankan Intan menyoroti pentingnya komunikasi dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa karakter Intan mewakili suara perempuan yang kerap terpendam dalam hubungan pernikahan. Ia menilai bahwa perasaan seorang istri merupakan hal yang valid dan perlu disampaikan dengan cara yang tepat. “Komunikasi menjadi kunci utama agar hubungan tetap berjalan,” katanya.
Film ini tidak menempatkan tokoh antagonis secara tegas, melainkan menghadirkan konflik dari perbedaan sudut pandang dan pola komunikasi dalam keluarga. Salah satu pemeran senior menjelaskan bahwa setiap karakter memiliki niat baik, namun cara penyampaian yang kurang tepat kerap menimbulkan kesalahpahaman. Ia menyatakan bahwa konflik dalam film ini lebih menekankan pada kondisi dan dinamika hubungan, bukan pada sosok yang sepenuhnya salah.
Dalam proses produksinya, para pemain menjalani pendalaman karakter melalui diskusi intensif bersama sutradara dan tim kreatif. Pendekatan ini dilakukan untuk membangun emosi yang autentik serta memperkuat kedekatan cerita dengan realitas kehidupan. Para aktor mengaku memperoleh pengalaman baru dalam memahami kompleksitas hubungan keluarga dan pentingnya empati dalam menghadapi konflik.
Selain kekuatan cerita, film ini juga didukung oleh sejumlah lagu yang menjadi original soundtrack untuk memperkuat suasana emosional. Dengan pendekatan yang realistis dan cerita yang relevan, Keluarga Suami Adalah Hama diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan penonton serta menjadi refleksi bagi pasangan dalam menjalani dinamika rumah tangga. (***)







