MDI.NEWS, Indramayu – Isu kesehatan mental kini tak lagi hanya menyoal orang dewasa. Data terbaru pemerintah menunjukkan gejala kecemasan dan depresi juga mengintai anak-anak Indonesia dalam jumlah yang tidak sedikit.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining. Rinciannya, 4,4 persen menunjukkan gejala kecemasan dan 4,8 persen menunjukkan gejala depresi. Temuan ini disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Jakarta, awal Maret lalu.
Menanggapi hal ini, pemerintah mempercepat pemenuhan psikolog klinis di Puskesmas yang masih terbatas, serta menyiagakan layanan krisis Healing119.id. Sembilan kementerian dan lembaga juga menandatangani Surat Keputusan Bersama tentang Kesehatan Jiwa Anak untuk membangun sistem penanganan yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga pengobatan.
Keluarga diimbau mengenali perubahan perilaku anak sejak dini, membangun komunikasi terbuka, membatasi paparan gawai sesuai usia, serta segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan bila gejala menetap.
Dengan deteksi dini dan dukungan yang tepat, risiko gangguan kesehatan jiwa pada anak diharapkan dapat ditekan sebelum berkembang lebih jauh.






