width=
width=
FILM  

Film Agensi Rumah Tangga Tawarkan Komedi Hangat

MDINEWS, Jakarta — Film Agensi Rumah Tangga menggelar press screening dan press conference di Studio 1 XXI Epiwalk, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian promosi menjelang penayangan film yang dijadwalkan hadir di bioskop pada 10 September 2026.

Press screening berlangsung pukul 14.15–16.15 WIB, dilanjutkan konferensi pers pada pukul 16.15–17.15 WIB dan doorstop media hingga pukul 17.30 WIB. Sejumlah awak media hadir untuk menyaksikan film sekaligus mengikuti sesi bersama para pemain dan pembuat film.

Film ini digarap sutradara Naya Anindita dengan skenario yang ditulis Upi dan Ayu Anggraini Putri. Ceritanya diadaptasi dari novel karya Almira Bastari, sementara Chand Parwez bertindak sebagai produser.

Deretan pemain yang terlibat di antaranya Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Ummi Quary, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Dea Panendra, Musdalifah Basri, Astrid Juwita, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, Mega Salsabila, dan Nazira C. Noer.

Dalam konferensi pers, para pemain dan pembuat film menilai Agensi Rumah Tangga tidak hanya menawarkan komedi, tetapi juga menghadirkan cerita yang hangat dan menyentuh. Film tersebut membawa penonton mengikuti perjalanan sejumlah karakter dengan persoalan kehidupan yang dekat dengan keseharian.

Naya Anindita mengatakan film ini sengaja dibuat sebagai tontonan yang ringan dan menghibur di tengah berbagai situasi kehidupan yang penuh tekanan. Ia berharap film tersebut dapat menjadi penyegar bagi masyarakat yang membutuhkan hiburan sekaligus menyampaikan pesan positif.

“Semoga film ini bisa menjadi penyegar bagi teman-teman yang membutuhkan hiburan dan relaksasi di tengah kehebohan duniawi. Di sisi lain, saya berharap film ini juga bisa menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia yang berjuang memberikan kehidupan lebih baik untuk keluarganya,” ujar Naya.

Menurut Naya, kisah dalam film juga memberikan ruang bagi perempuan yang harus meninggalkan keluarga demi mencari penghidupan. Perjuangan tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran bahwa seseorang tidak boleh menyerah ketika menghadapi keadaan sulit.

Dari sisi penyutradaraan, Naya juga memberikan perhatian khusus terhadap pembagian karakter. Dengan jumlah pemain yang cukup banyak, setiap karakter ART berusaha diberi keunikan sehingga tidak hanya beberapa tokoh yang menjadi pusat perhatian.

“Sejak reading, saya melakukan proses one on one dengan setiap karakter ART. Kami berusaha menggali keunikan masing-masing karakter. Setiap scene juga kami atur supaya karakter yang berbeda mendapatkan kesempatan untuk tampil dan saling melengkapi,” katanya.

Penulis skenario Upi mengaku menikmati tantangan menggarap film komedi setelah sebelumnya banyak mengerjakan proyek bergenre horor. Menurutnya, banyaknya karakter dalam Agensi Rumah Tangga membuat pembagian porsi komedi menjadi salah satu tantangan utama.

Upi menegaskan bahwa film tersebut tidak dibuat untuk menjadikan profesi asisten rumah tangga sebagai bahan tertawaan. Komedi justru digunakan untuk mengajak penonton tertawa bersama para karakter sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi.

“Judulnya memang ART dan filmnya komedi, tetapi kami tidak menertawakan mereka atau profesinya. Kami tertawa bersama mereka. Kami juga merasakan kesedihan, kesulitan, dan ikut berempati terhadap kehidupan mereka,” tutur Upi.

Enzy Storia yang memerankan Katia menyebut keterlibatannya dalam film tersebut sebagai kesempatan yang sangat berarti. Ia merasa karakter Katia memiliki kedekatan dengan kondisi banyak orang yang menghadapi tekanan ekonomi dan kesulitan memperoleh pekerjaan.

“Menurut saya, banyak orang mengalami PHK dan kesulitan mencari pekerjaan. Dalam kondisi seperti itu, apa pun bisa dilakukan selama halal. Saya senang dan sangat mengapresiasi kesempatan ini. Semoga Katia bisa mewakili perempuan-perempuan yang tidak menyerah pada keadaan,” ujar Enzy.

Enzy juga menekankan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan secara halal memiliki nilai. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan karakter Katia dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Afgansyah Reza, yang berperan sebagai Kafka, mengatakan keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman penting karena untuk pertama kalinya ia mendapatkan kesempatan memainkan karakter utama dalam film layar lebar. Ia juga harus membangun karakter Kafka agar berbeda dari kepribadiannya sebagai penyanyi.

“Tantangannya lebih kepada bagaimana membedakan Kafka dengan Afgan. Karena kami sama-sama penyanyi, akhirnya karakter Kafka dibangun melalui penampilan, gestur, dan pembawaan yang lebih santai serta laid back,” kata Afgan.

Sementara itu, Yunita Siregar menilai proses produksi Agensi Rumah Tangga menjadi salah satu pengalaman syuting paling menyenangkan sepanjang kariernya. Ia berharap energi positif yang dirasakan selama produksi dapat tersampaikan kepada penonton.

“Ini benar-benar salah satu proses syuting paling menyenangkan yang pernah saya jalani. Datang ke lokasi rasanya selalu bahagia, bahkan sampai malam. Semoga energi menyenangkan itu bisa terasa juga oleh semua yang menonton,” ujar Yunita.

Selain menghadirkan komedi, film ini turut mengangkat persoalan hubungan ibu dan anak serta perjuangan perempuan dalam bekerja. Tike Priatnakusumah menilai konflik tersebut merepresentasikan pengalaman banyak ibu yang harus meninggalkan anak demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut Tike, persoalan tersebut tidak hanya dialami pekerja rumah tangga, tetapi juga perempuan pekerja dari berbagai latar belakang. Film ini berusaha memperlihatkan sisi emosional di balik keputusan seorang ibu untuk bekerja dan berjuang bagi keluarganya.

Salah satu produser, Chand Parwez, menilai kekuatan film terletak pada perpaduan komedi, kehangatan, dan pesan kehidupan. Ia berharap Agensi Rumah Tangga dapat menjadi tontonan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini sekaligus memberikan hiburan yang menyenangkan.

Menjelang penayangan di bioskop, pihak film juga mengumumkan bahwa tiket untuk hari pertama sudah dapat dibeli. Terdapat penawaran khusus berupa pembelian satu tiket dengan bonus satu tiket, sementara special show dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu di sejumlah kota.

Dengan perpaduan pemain lintas generasi, komika, aktor, serta penyanyi, Agensi Rumah Tangga diharapkan mampu menghadirkan tontonan komedi yang tidak sekadar mengundang tawa. Film ini membawa pesan tentang perjuangan, keluarga, pekerjaan, keberanian mengambil kesempatan, dan pentingnya tidak menyerah dalam menghadapi keadaan. (***)

 

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS