BEKASI Gagasan untuk ikut membantu menyelesaikan persoalan utang negara terus mendapat ruang untuk didiskusikan. Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) melalui gerakan AsMEN Peduli bersama Forum Kepakaran Indonesia (FKI) mendorong lahirnya gagasan yang dapat menjadi solusi bagi Indonesia dalam mengelola dan mengurangi beban utang negara.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kalangan media, akademisi, profesional, dan masyarakat untuk mencari jalan keluar yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, transparan, serta benar-benar memberikan manfaat bagi bangsa.
Ketua Umum FKI, Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M., menekankan bahwa persoalan utang negara harus dilihat secara serius dan tidak cukup hanya membicarakan jumlah nominalnya. Yang jauh lebih penting adalah memastikan pembiayaan negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menjadi beban generasi berikutnya.
Sementara itu, AsMEN Peduli membawa semangat “Indonesia Peduli, Indonesia Bisa” dengan mengajak masyarakat membangun kesadaran bahwa menjaga negara merupakan tanggung jawab bersama.
“Kalau masyarakat ingin membantu Indonesia, mari kita rumuskan bersama bagaimana bentuknya yang benar, legal, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Gagasan membantu bayar utang Indonesia sebagai amal jariah dapat menjadi sebuah gerakan sosial apabila memiliki landasan hukum dan mekanisme resmi yang jelas. Artinya, masyarakat tidak sekadar menyerahkan uang, tetapi harus mengetahui ke mana dana disalurkan, bagaimana penggunaannya, siapa yang mengawasi, serta bagaimana laporan pertanggungjawabannya.
Hal tersebut penting agar gerakan kepedulian terhadap utang negara tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah juga sebelumnya telah membantah informasi palsu mengenai program resmi pemerintah yang menggalang dana masyarakat untuk membayar utang negara. Karena itu, setiap gerakan masyarakat harus dibedakan secara tegas dari program resmi pemerintah dan dilakukan melalui mekanisme yang sah.
RISMAN PASARIBU: UTANG INDONESIA HARUS DICARI JALAN KELUARNYA
Dalam diskusi bersama AsMEN, Risman Pasaribu mendorong agar persoalan utang negara dibahas secara terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Menurutnya, utang tidak boleh hanya menjadi angka dalam laporan keuangan. Pengelolaannya harus diarahkan untuk kegiatan produktif yang meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan rakyat.
Karena itu, FKI dan AsMEN dapat menjadi ruang untuk merumuskan berbagai alternatif, mulai dari peningkatan produktivitas ekonomi, pemberantasan korupsi, optimalisasi aset negara, hingga kemungkinan partisipasi masyarakat melalui mekanisme yang resmi dan sesuai ketentuan hukum.
ASMEN PEDULI: DARI KEPEDULIAN MENJADI GERAKAN
Gerakan AsMEN Peduli membawa pesan sederhana:
“Indonesia Punya Kita, Indonesia Punya Generasi Bangsa.”
Jika ada masyarakat yang ingin berkontribusi secara sukarela untuk membantu negara, semangat tersebut dapat diarahkan menjadi amal sosial yang memberikan manfaat luas terutama apabila hasilnya dapat mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi bangsa.
Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar mengumpulkan uang.
Tujuan besarnya adalah membangun kesadaran bahwa seluruh rakyat memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Dari Studio AsMEN Kota Bekasi, FKI dan AsMEN ingin membuka ruang diskusi yang lebih luas:
Bagaimana Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap utang?
Bagaimana utang yang ada dapat dikelola secara produktif?
Bagaimana aset negara dan hasil pembangunan dapat meningkatkan kemampuan negara membayar kewajibannya?
Dan apabila masyarakat ingin ikut membantu, bagaimana mekanisme yang legal, aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab bersama melalui kajian para ahli, pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, serta masyarakat
Semangat yang dibangun bukan menyalahkan siapa pun, tetapi saling mengingatkan, saling mengawasi, dan saling menjaga Indonesia.
AsMEN dan FKI berharap diskusi ini berkembang menjadi rekomendasi konkret yang dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan masyarakat.
Indonesia tidak hanya membutuhkan orang yang mengkritik. Indonesia membutuhkan orang yang mau ikut mencari solusi.
AYO KITA PEDULI.
AYO KITA RUMUSKAN SOLUSINYA.
AYO KITA JAGA INDONESIA UNTUK GENERASI MENDATANG.”**
AsMEN Peduli FKI
Bersama Mencari Solusi untuk Indonesia.






