Mdi.News JAKARTA DPP Asistensi Media Nasional (AsMEN) bersama DPW dan DPD AsMEN DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting pada Selasa, 7 September 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan organisasi, kekompakan jajaran, fungsi kontrol sosial media, serta sejumlah program AsMEN ke depan.
Dalam rapat tersebut, DPP AsMEN mengarahkan jajaran DPW dan DPD DKI Jakarta agar terus menjaga kekompakan, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional sebagai organisasi yang menaungi insan media dan jurnalistik.
Ketua Umum DPP AsMEN menyampaikan bahwa insan pers memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus melakukan kontrol sosial. Karena itu, setiap kegiatan jurnalistik di lingkungan AsMEN diharapkan tetap mengedepankan fakta, keberimbangan, verifikasi, serta kepentingan publik.
Salah satu agenda yang dibahas adalah program AsMEN Peduli Utang Negara yang digagas DPP AsMEN.
Menurut Ketua Umum DPP AsMEN, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keuangan negara dan ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pengelolaan utang negara.
“Program ini bukan untuk menyudutkan pemerintah. Kami ingin ikut memberikan perhatian dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap masa depan ekonomi Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP AsMEN.
Ketua DPW AsMEN DKI Jakarta, Fatur Rohman, menyambut positif program yang digagas DPP AsMEN tersebut.
Menurut Fatur, persoalan utang negara merupakan isu yang perlu menjadi perhatian publik dan perlu dibahas secara terbuka berdasarkan data serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Utang negara semakin menjadi perhatian kita bersama. AsMEN Peduli hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap negara dan sebagai contoh agar kita semua semakin mencintai Indonesia,” kata Fatur.
Dalam kesempatan tersebut, Fatur juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang memberikan efek jera.
Ia menyinggung wacana penguatan aturan mengenai perampasan aset dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk mencegah terjadinya korupsi.
Pernyataan mengenai penerapan hukuman berat di negara lain disampaikan Fatur sebagai pandangan dalam diskusi. Hal tersebut bukan merupakan pernyataan mengenai kebijakan hukum yang berlaku di Indonesia.
Sejumlah pimpinan DPD AsMEN di wilayah DKI Jakarta turut menyampaikan dukungan terhadap program yang digagas DPP.
Ketua DPD AsMEN Jakarta Barat menyatakan dukungannya terhadap gerakan AsMEN Peduli Utang Negara dan berharap program tersebut dapat dijalankan secara positif serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD AsMEN Jakarta Timur, Yudi, menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan organisasi.
“Kami berharap DPD Jakarta Timur selalu kompak dan dapat terus berkoordinasi dalam menjalankan program-program AsMEN,” ujarnya.
Dari Jakarta Selatan, jajaran DPD menyampaikan kesiapan untuk mendukung berbagai agenda organisasi, termasuk persiapan kegiatan menjelang hari ulang tahun AsMEN.
Sementara Ketua DPD AsMEN Jakarta Utara, Renaldi, menyampaikan dukungannya terhadap program DPP.
“Kami selalu mendukung program DPP. AsMEN Peduli hadir dengan semangat kepedulian terhadap bangsa, termasuk melalui gerakan peduli utang negara,” kata Renaldi.
Utamakan Profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik
DPP AsMEN kembali menekankan pentingnya kekompakan organisasi yang dibarengi dengan profesionalisme dalam menjalankan kegiatan media dan jurnalistik.
Setiap informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan melalui proses verifikasi, menggunakan sumber yang jelas, serta tidak mencampurkan fakta dengan opini pribadi. Pernyataan narasumber juga harus ditempatkan secara proporsional dan tidak digunakan untuk menghakimi pihak tertentu.
Melalui rapat koordinasi tersebut, DPP, DPW dan DPD AsMEN DKI Jakarta berkomitmen memperkuat komunikasi internal sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.
Program AsMEN Peduli Utang Negara diharapkan menjadi bagian dari upaya edukasi publik agar masyarakat semakin memahami persoalan keuangan negara dan ikut menjaga masa depan Indonesia.
Seluruh jajaran AsMEN juga diharapkan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, prinsip keberimbangan, akurasi, verifikasi, independensi, serta kepentingan masyarakat dalam setiap kegiatan pemberitaan.






