MDI.NEWS, Jakarta—-Semangat persatuan dalam keberagaman kembali digaungkan melalui kegiatan Lestari Bhinneka Tunggal Ika yang digelar di Distrik Lantai 5 ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Serasi dalam Keberagaman, Harmoni dalam Kebhinekaan Menyongsong Lima Abad Kota Jakarta, Satu Rasa Jaga Jakarta” ini menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan budaya Nusantara.
Acara tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN), organisasi suku dan etnis, komunitas seni budaya, pelajar, tokoh masyarakat, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan mempererat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi identitas Jakarta.
Ketua Panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Lestari Bhinneka Tunggal Ika dilaksanakan sebagai bentuk kesadaran bersama untuk melestarikan, mempertahankan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan seni dan budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juni 2026. Berbagai agenda diselenggarakan, antara lain pentas seni budaya, lomba tari kreasi Nusantara, lomba mewarnai, sosialisasi pengelolaan sampah, serta berbagai pertunjukan seni yang melibatkan pelajar, seniman, dan masyarakat umum dari berbagai wilayah DKI Jakarta.
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan DKI Jakarta, Budi Siswanto, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebhinekaan menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta pada tahun 2027.
“Kegiatan Lestari Bhinneka Tunggal Ika diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin besar pada masa mendatang,” ujar Budi Siswanto.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Pembauran Kebangsaan Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Nadia Chandrawita, yang mewakili pimpinan dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pelestarian seni budaya dan penguatan nilai kebangsaan.

Ia mengatakan keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat yang hidup di Jakarta merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat bersama.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas bangsa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat, diharapkan semangat Bhinneka Tunggal Ika semakin kokoh serta mampu menjadi fondasi dalam menyongsong Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya bangsa,” kata Nadia Chandrawita sebelum secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Selain seremoni pembukaan, acara juga dimeriahkan penampilan Muhammad Sultan Rafi Saputra, penyandang disabilitas binaan Granita, yang membawakan lagu “Bunda”, serta pertunjukan angklung dari komunitas Wanita Sarinah Berkebaya.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan menjadi simbol bahwa keberagaman, inklusivitas, serta pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dalam membangun Jakarta yang harmonis dan berdaya saing. (***)
(Rizki)







