width=
width=

Owner Handeleum Farm Asep HC Husnul Muttaqien Meriahkan Konferensi Asep-Asep ke-7 di Bandung

Mdinews, BANDUNG, 7 November 2026 – Owner Handeleum Farm, Asep HC (Honoris Causa) Husnul Muttaqien, turut menghadiri dan memeriahkan Konferensi Asep-Asep (KAA) ke-7 yang diselenggarakan Paguyuban Asep Dunia (PAD) di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2026).

Konferensi Asep-Asep merupakan agenda dua tahunan yang menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan solidaritas para pemilik nama Asep dari berbagai daerah dan latar belakang profesi, baik di dalam maupun luar negeri.

Kegiatan ini bukan Konferensi Asia Afrika, melainkan forum kekeluargaan yang dibangun untuk mempertemukan komunitas pemilik nama Asep sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua Panitia KAA ke-7, Dr. Asep Sukendar, M.Pd., menjelaskan bahwa Paguyuban Asep Dunia merupakan gerakan sosial yang memberikan ruang bagi para anggotanya untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Keanggotaan paguyuban tidak terbatas pada orang yang sejak lahir memiliki nama Asep. Mereka yang memperoleh gelar Asep Honoris Causa (HC) juga dapat menjadi bagian dari komunitas tersebut. Salah satunya Asep HC Husnul Muttaqien, Owner Handeleum Farm.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Asep Dunia, Asep Iwan Gunawan, mengatakan bahwa konferensi ke-7 diharapkan semakin memperkuat persatuan dan solidaritas anggota. Menurutnya, perbedaan latar belakang, profesi, maupun pandangan harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Ia menyebutkan, hingga saat ini jumlah anggota yang telah terdaftar secara resmi dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) mencapai 4.733 orang. Sementara itu, jumlah keseluruhan anggota yang masih dalam proses pendataan diperkirakan telah mencapai 5.000 hingga 5.700 orang.

Paguyuban Asep Dunia juga menegaskan posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. Organisasi tidak membawa agenda politik praktis atas nama paguyuban.

Meski demikian, PAD tetap memberikan dukungan moral secara personal kepada setiap anggotanya yang berkiprah di dunia politik, baik sebagai anggota legislatif, kepala daerah, maupun jabatan publik lainnya.

Menurut Asep Iwan, penguatan tata kelola organisasi menjadi salah satu perhatian penting ke depan. Paguyuban diharapkan tidak sekadar menjadi komunitas tempat berkumpul, tetapi berkembang menjadi organisasi yang lebih tertata, solid, dan tetap berpegang pada nilai sejarah serta kekeluargaan.

Gagasan Paguyuban Asep Dunia sendiri bermula dari grup Facebook bernama Komunitas Asep di Facebook yang dibentuk pada 1 Agustus 2010 oleh Asep Kambali bersama sejumlah pendiri lainnya. Sejak awal pembentukannya, komunitas ini terus berkembang hingga memiliki ribuan anggota dari berbagai kalangan.

Pendiri sekaligus Dewan Pakar Paguyuban Asep Dunia, Dr. Asep Kambali, S.Pd., MIK, berharap konferensi tersebut mampu melahirkan perubahan positif dan memperkuat kontribusi para anggota dalam pembangunan Indonesia.

Melalui KAA ke-7, PAD mengusung semangat “Asep Bersatu, Indonesia Maju” sebagai ajakan untuk memperkuat persaudaraan, saling mendukung, dan menghargai perbedaan. Semangat tersebut juga tercermin dalam filosofi kebersamaan yang dipegang paguyuban, yakni “Asep téh kudu silih seengitan”.

Kebersamaan para anggota diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Partisipasi Asep HC Husnul Muttaqien dalam konferensi ini menjadi bagian dari keterlibatan anggota lintas profesi dalam mempererat jaringan dan membangun kontribusi positif melalui Paguyuban Asep Dunia.***

WWW.MDI.NEWS