
MDI.NEWS, Jakarta—–Pengakuan korban santri perempuan asal Pati, Jawa Tengah, mengungkap kasus dugaan eksploitasi seksual yang berlangsung hampir tiga tahun di sebuah tempat keagamaan. Pada Jumat, (8/5/26).
Korban, yang masih di bawah umur, menyaksikan praktik serupa menimpa puluhan santri perempuan lain. Tim Hotman Paris membagikan narasi ini melalui akun resminya, @hotmanparisofficial, dengan menjaga kerahasiaan identitas pelaku untuk menghormati proses hukum.
Korban mengaku dipaksa melayani kebutuhan seksual pelaku secara berulang sejak awal berada di lokasi tersebut. Menurut pengakuannya, tindakan itu terjadi hampir setiap hari selama tiga tahun terakhir. Pelaku, seorang laki-laki yang disebut sebagai “om”, memanfaatkan posisinya untuk memerintahkan korban melakukan tindakan tidak senonoh.
Korban menjelaskan bahwa saat ia sedang berhalangan, pelaku menggantikannya dengan santri perempuan lain. Praktik ini, kata korban, menjadi rutinitas yang disaksikannya sendiri. Ratusan santri perempuan, kebanyakan di bawah umur, terlibat dalam lingkaran tersebut.
Seorang saksi mata, yang bekerja sebagai tukang di tempat itu, mengonfirmasi pengakuan korban. Ia menyatakan melihat pelaku membawa santri perempuan berbeda ke kamar malam hari. Proses itu berlangsung hingga pagi hari, menurut keterangan saksi.
Korban menegaskan bahwa ia hanya mengungkap sebagian pengalamannya untuk menghindari detail vulgar. “Selama tiga tahun, yang bisa saya akui sekarang adalah disuruh ngisap, dan itu dimuntahkan di mulut saya,” ujarnya dalam pengakuan yang disunting. Pengakuan ini menjadi bukti awal dari pola eksploitasi sistematis.
Pelaku disebut memiliki “hobi” memanfaatkan santri perempuan secara bergantian. Korban menyaksikan bagaimana teman-temannya digilir saat ia tidak bisa melayani. “Ada banyak sekali, santri cewek lain yang gantian,” tambahnya.
Kasus ini terungkap melalui pengakuan korban kepada Tim Hotman Paris. Tim tersebut menekankan pentingnya melindungi nama baik pihak terkait sambil mendorong penegakan hukum. Pengakuan ini diposting diakun instagram: @hotmanparisofficial Korban Santri Pati Jateng Tim Hotman.
Korban dan saksi mendesak agar kasus ditangani serius oleh aparat. Mereka berharap pengungkapan ini menghentikan praktik serupa terhadap santri perempuan lain. Pihak berwenang di Jawa Tengah diminta segera menyelidiki lokasi tersebut. (***)







