width=
width=
FILM  

Sinemaku Pictures Luncurkan Website Memburu Pemangsa, Gaungkan Perlindungan Anak

MDINEWS, Jakarta — Menjelang penayangan film terbarunya, Memburu Pemangsa, Sinemaku Pictures meluncurkan situs memburupemangsa.com sebagai bagian dari kampanye sosial untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kasus penculikan anak di Indonesia. Pada Jumat, (17/07/2026).

Kehadiran situs tersebut tidak hanya menjadi media informasi mengenai film, tetapi juga diharapkan mampu mengajak masyarakat lebih waspada terhadap ancaman kejahatan yang masih membayangi anak-anak.
Peluncuran website ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kasus penculikan anak di berbagai daerah.

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sepanjang periode 2022 hingga 2025 tercatat sebanyak 91 kasus penculikan anak dengan total 180 anak menjadi korban. Beberapa di antaranya sempat menyita perhatian publik, termasuk kasus penculikan 12 anak di wilayah Jakarta Selatan dan Bogor pada 2022, serta kasus balita berusia empat tahun yang diduga menjadi korban sindikat adopsi ilegal pada tahun berikutnya.

Melalui kampanye tersebut, Sinemaku Pictures ingin menghadirkan ruang informasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak. Selain menyajikan informasi seputar film, website tersebut juga memuat edukasi mengenai konsep Teori Demonologi yang menjadi bagian dari cerita, sekaligus menyediakan informasi mengenai saluran yang dapat dihubungi apabila masyarakat menghadapi atau mengetahui dugaan kasus penculikan anak.

Sutradara Memburu Pemangsa, Umay Shahab, mengatakan bahwa kampanye ini merupakan bentuk kepedulian rumah produksi terhadap isu yang masih menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, film dapat menjadi medium untuk membangun kesadaran sosial sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan anak.
Umay Shahab mengatakan, “Melalui website memburupemangsa.com, Sinemaku Pictures ingin mengajak masyarakat Indonesia lebih aware terhadap kasus penculikan anak yang hingga saat ini masih terjadi.

Penculikan anak menjadi kasus besar yang menimbulkan keprihatinan, dan semoga dengan kampanye ini kami juga turut meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan anak-anak.”

Sebagai bagian dari kampanye digital, Sinemaku Pictures juga mengajak masyarakat membagikan identitas virtual bertajuk Kartu Pemburu melalui media sosial dengan menyertakan tagar #JagaAnakAnak. Dalam satu hari sejak diluncurkan, kampanye tersebut telah diikuti oleh lebih dari 500 orang.

Partisipasi publik diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap tindak penculikan anak.
Film Memburu Pemangsa mengisahkan empat jurnalis yang melakukan investigasi terhadap jaringan penculikan anak yang melibatkan pelaku kejahatan dengan unsur supranatural.

Film bergenre horor, kriminal, dan aksi ini menjadi proyek paling ambisius Sinemaku Pictures sekaligus menandai debut Umay Shahab sebagai sutradara film horror crime action. Deretan pemerannya antara lain Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya. Film ini juga menjadi pengalaman pertama Laura Basuki membintangi film horor aksi serta debut Prilly Latuconsina dalam film bergenre aksi.

Film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Informasi terbaru mengenai film beserta rangkaian kampanyenya dapat diikuti melalui akun media sosial resmi Sinemaku Pictures dan Memburu Pemangsa, serta melalui website memburupemangsa.com.

Melalui perpaduan antara hiburan dan kampanye sosial, Sinemaku Pictures berharap film ini mampu memberikan pengalaman sinematik sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS