width=
width=
SOSIAL  

Wujud Adat Basandi Syarak, DPP PPMI Gandeng One For All Community Cetak Sejarah 1500 Anak Cuci Kaki Ibu di Lapangan Banteng

MDI.NEWS, Jakarta – Dalam rangka memuliakan sosok Ibu sebagai Bundo Kanduang dan pilar keluarga, DPP Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) berkolaborasi dengan One For All Community dengan bangga mempersembahkan sebuah gerakan budaya dan kemanusiaan terbesar.

 

Ketua Umum DPP PPMI, Hj. Suherni mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata nilai adat Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang mengajarkan hormat dan bakti kepada Ibu.

“Acara ini didukung oleh Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta, serta beberapa organisasi kemasyarakatan dan akan dicatatkan secara resmi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI),” kata Hj. Suherni.

 

Lanjut, ia mengatakan acara dimulai dari cuci kaki ibu seramai 1500 anak akan secara serentak mencuci kaki Ibu sebagai simbol bakti dan permohonan maaf, dilanjutkan dengan pentas seni budaya Minang dan Nusantara.

“Selain itu, acara dirangkai dengan santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan bazar UMKM pemberdayaan ekonomi perempuan dan UMKM binaan PPMI,” jelas Hj. Suherni.

 

Acara ini diselenggarakan oleh DPP PPMI berkolaborasi dengan One For All Community, tentu diinisiasi oleh ide dan gagasan seorang anak muda binaan PPMI bernama Angga. “Mari kita bersama-sama menjadi saksi sejarah menuju pemecahan rekor MURI dunia dan mengharumkan budaya Minang di Ibukota,” ungkap Hj. Suherni.

 

Kolaborasi akbar ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

 

Kepala Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Abdul Khalit, menyambut positif gerakan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya seremonial budaya, melainkan gerakan moral dan religius yang sangat relevan di tengah tantangan zaman.

“Kami dari Pemprov DKI Jakarta melalui Bakesbangpol sangat mendukung. Acara ini bagus, ini adalah kegiatan religius yang menampilkan bagaimana sosok ibu yang harus kita muliakan. Harumnya budaya Minang di Ibu Kota ini menjadi contoh bahwa kearifan lokal adalah kekuatan untuk membangun persatuan,” tegas Abdul Khalit.

 

Ia menambahkan, kegiatan yang melibatkan 1500 anak ini sejalan dengan pembinaan ideologi dan ketahanan keluarga yang menjadi program prioritas Kesbangpol dalam menyongsong 500 Tahun Jakarta sebagai Kota Global.

 

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari Hj. Decy Widhiyanti, SE, Wakil Ketua CFCD Chapter Jakarta.

 

Ia menyampaikan pesan menyentuh terkait momentum Hari Ibu dan 500 Tahun Jakarta:

“Lima abad perjalanan Kota Jakarta tidak pernah lepas dari tangan, doa, dan kerja nyata para perempuan. Di Hari Ibu ini, mari perkuat peran perempuan bukan sekadar saksi sejarah, melainkan motor utama kemajuan. Melalui ketangguhan dan kecerdasan, mari kita wujudkan Jakarta yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh warga Jakarta,” tegas Hj. Decy.

 

Diketahui, acara Kolaborasi Resmi Target Rekor MURI 1500 Anak Cuci Kaki Ibu ini akan dilaksanakan pada Jumat, Sabtu & Minggu, 11, 12 dan 13 Desember 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. (***)

WWW.MDI.NEWS