MDI NEWS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba kembali di Tanah Air pada Jumat (27/02/2026) setelah menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri yang sarat agenda strategis.
Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan diplomasi Indonesia di tingkat global, khususnya dalam mendorong perdamaian di Gaza melalui solusi dua negara (two-state solution) serta memperluas kerja sama ekonomi dengan sejumlah mitra internasional.
orong Perdamaian GazaDalam rangkaian pertemuan bilateral dan multilateral, Presiden Prabowo bertemu dengan sejumlah pemimpin negara untuk membahas isu-isu strategis kawasan. Salah satu fokus utama adalah memperkuat dukungan internasional terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian jangka panjang bagi Palestina dan Israel.
Presiden juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid di antara negara-negara kawasan Timur Tengah guna memastikan stabilitas regional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.
Sikap Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan dalam setiap forum yang dihadiri Presiden.
Selain agenda perdamaian, lawatan ini juga menghasilkan sejumlah kesepahaman dan komitmen kerja sama di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, dan teknologi. Beberapa di antaranya diwujudkan dalam bentuk perjanjian bilateral maupun penguatan kemitraan strategis jangka panjang.
Presiden Prabowo menilai kerja sama ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pertumbuhan global di tengah tantangan ekonomi dunia.
Langkah diplomasi ini juga diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia, menarik investasi berkualitas, serta mempercepat transformasi ekonomi nasional.
Lawatan tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang (bridging power) yang aktif menjembatani perdamaian dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan global.
Diplomasi yang dijalankan Presiden dinilai sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, yakni berperan aktif menciptakan perdamaian tanpa berpihak pada blok kekuatan tertentu.
Dengan kembalinya Presiden ke Tanah Air, pemerintah akan segera menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai guna memastikan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Sumber: BPMI Setpres







