width=
width=

Libur Sekolah Tiga Hari, Program MBG Hemat Anggaran hingga Rp3 Triliun

Wakil kepala BGN Agustina Arumsari di Kantor BGN. (Sumber/Foto/Web. https://www.bgn.go.id)

MDINEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatat penghematan anggaran yang signifikan selama periode libur sekolah. Dengan kegiatan belajar mengajar yang dihentikan selama tiga hari, distribusi makanan kepada peserta didik turut berkurang sehingga menghasilkan efisiensi anggaran yang diperkirakan mencapai Rp3 triliun.

Kebijakan penyesuaian operasional tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). “Pada tanggal 17 Juni 2026, BGN menerbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026,” kata Sari di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Melalui kebijakan tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disesuaikan selama masa libur sekolah sehingga distribusi makanan bergizi kepada peserta didik tidak dilakukan seperti pada hari belajar normal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan anggaran yang efektif tanpa mengurangi komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan Program MBG.

Sebagian besar penerima manfaat Program MBG merupakan siswa sekolah yang tidak menjalani aktivitas pembelajaran tatap muka selama masa libur. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan produksi dan distribusi makanan bergizi menurun untuk sementara waktu, sehingga menghasilkan penghematan anggaran dalam jumlah besar.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa efisiensi anggaran selama masa libur sekolah tidak akan memengaruhi target maupun kualitas pelaksanaan Program MBG. Dana yang tidak terserap dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung keberlanjutan program, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas cakupan penerima manfaat di berbagai daerah.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Melalui program ini, jutaan siswa di berbagai wilayah mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang diharapkan mampu mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan prestasi belajar mereka.

Pemerintah memastikan distribusi makanan bergizi akan kembali berjalan normal setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. Dengan sistem yang terus diperkuat dan dukungan anggaran yang terjaga, Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia.

WWW.MDI.NEWS