width=
width=

FKN-08 Wadahi Relawan Prabowo Siap Kawal Program Pro-Rakyat dan Ekonomi Kerakyatan

MDINews Jakarta – Organisasi relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasional-08 (FKN-08) menyatakan siap mengawal dan mendukung pelaksanaan program-program strategis pemerintah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Konsolidasi Rakyat yang digelar di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Pertemuan yang dihadiri para ketua umum organisasi relawan, tokoh masyarakat, akademisi, dan para inisiator forum itu menjadi momentum penyatuan langkah relawan untuk memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya program yang berpihak kepada rakyat dan memperkuat kemandirian bangsa.

Ketua Panitia Konsolidasi, Indria Febriansyah, mengatakan peran relawan tidak berakhir setelah Pemilihan Presiden. Menurutnya, relawan memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal keberhasilan pemerintahan melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Forum Komunikasi Nasional-08 hadir sebagai rumah besar komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh organ relawan. Semangat perjuangan yang telah mengantarkan Bapak Prabowo Subianto menjadi Presiden harus diteruskan dalam bentuk kerja nyata bagi masyarakat,” ujar Indria.

Salah satu sesi yang menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut adalah pemaparan keynote speaker Nehemia Lawalata, S.E., yang mengangkat tema **”Melawan Serakahnomic”**. Mantan Sekretaris Bidang Politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo itu mengkritisi praktik ekonomi yang dinilai lebih menguntungkan kelompok tertentu dibandingkan kepentingan rakyat.

Menurut Nehemia, Indonesia perlu mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi industri, koperasi, ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Indonesia harus membangun ekonomi yang berkeadilan, bukan ekonomi yang dikuasai oleh keserakahan,” tegasnya.

Mewakili para inisiator, Yoserizal Nasution menjelaskan bahwa FKN-08 dibangun sebagai forum koordinasi nasional yang menghimpun berbagai organisasi relawan tanpa menghilangkan independensi masing-masing.

Ia menjelaskan, forum tersebut menerapkan sistem kolektif dan kolegial melalui Sekretariat Nasional (Seknas), tanpa struktur ketua umum. Seknas akan mengoordinasikan berbagai bidang strategis, mulai dari ketahanan pangan, energi, UMKM, investasi, pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, komunikasi publik, lingkungan hidup, hingga kemaritiman.

Sementara itu, H. Safrin menegaskan FKN-08 akan menjadi mitra strategis pemerintah dengan menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Relawan harus menjadi solusi. Kita bukan hanya hadir saat pemilu, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendukung keberhasilan program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Pada akhir konsolidasi, seluruh peserta menyepakati pembentukan perangkat kerja berdasarkan bidang keahlian untuk memperkuat kontribusi relawan terhadap program-program pemerintah.

Forum juga membacakan pernyataan sikap yang berisi dukungan penuh terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan penguatan kemandirian bangsa. Selain itu, FKN-08 berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal implementasi kebijakan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui konsolidasi perdana tersebut, FKN-08 menegaskan tekad menjadi wadah sinergi nasional organisasi relawan untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui semangat persatuan, gotong royong, profesionalisme, dan kerja nyata.

Pewarta : Ridho

WWW.MDI.NEWS