width=
width=
FILM  

Palari Films rilis Postcards Desember Jani pada Hari Anak Nasional

MDINEWS, Jakarta — Memperingati Hari Anak Nasional, Palari Films merilis Postcards Desember Jani, sebuah koleksi kartu visual edisi terbatas yang mengabadikan berbagai momen emosional dari film drama keluarga Desember Jani. Peluncuran ini menjadi bagian dari kampanye untuk mengajak keluarga Indonesia kembali membangun komunikasi yang hangat dan saling mendengarkan di tengah dinamika kehidupan modern. Selasa, 21 Juli 2026

Film Desember Jani mengisahkan perjalanan Jani, seorang remaja berusia 13 tahun yang berusaha menjaga keutuhan keluarganya di tengah konflik yang berlangsung dalam diam. Cerita tersebut menggambarkan kehidupan sebuah keluarga yang dipenuhi luka batin, mulai dari sosok kakak yang menghilang dalam keheningan, seorang ibu yang menyimpan penyesalan di balik kesibukannya, hingga seorang nenek yang tetap setia menanti dalam ketidakpastian. Melalui kisah itu, Palari Films ingin menghadirkan potret keluarga yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Peluncuran koleksi Postcards Desember Jani juga menjadi bentuk kepedulian terhadap jutaan anak Indonesia dalam momentum Hari Anak Nasional. Setiap kartu menampilkan potongan adegan yang merepresentasikan berbagai perasaan yang kerap sulit diungkapkan dalam lingkungan keluarga. Pesan yang dihadirkan menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk menyampaikan isi hati serta membangun komunikasi yang lebih terbuka di rumah.

Produser Palari Films, Meiske Taurisia, mengatakan bahwa film ini lahir dari keyakinan bahwa anak-anak membutuhkan kehadiran orang dewasa yang mau mendengarkan mereka, bukan sekadar memberikan jawaban atas setiap persoalan yang dihadapi.

“Anak-anak tidak butuh orang tua yang selalu punya jawaban. Mereka butuh tahu bahwa di rumah selalu ada orang yang bersedia mendengarkan ketika percakapan mulai terasa sulit. Desember Jani bukan tentang keluarga yang sempurna, melainkan tentang keluarga yang masih mau terus mencoba.” Kata Meiske

Sutradara Ariani Darmawan menjelaskan bahwa film tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik percakapan yang selama ini tertunda di dalam keluarga. Menurutnya, karakter Jani hadir sebagai sosok yang tidak menyerah untuk menjaga hubungan dengan orang-orang yang dicintainya, meskipun tidak selalu mampu menyelesaikan seluruh persoalan.

“Kami membuat film ini agar ketika keluarga pulang dan duduk bersama di meja makan, mereka memiliki keberanian untuk memulai percakapan yang sudah lama tertunda. Jani bukan tokoh yang menyelamatkan semua orang. Ia hanya tidak pernah berhenti mencoba, dan terkadang itu sudah cukup untuk mengubah banyak hal.” Lanjut Ariani Darmawan.

Pemeran Winnie, Sigi Wimala, menilai karakter yang diperankannya mencerminkan banyak orang tua yang berjuang menghadapi tekanan hidup. Ia mengungkapkan bahwa kelelahan sering kali membuat seseorang kesulitan mengekspresikan kasih sayang kepada anggota keluarganya.

“Winnie bukan ibu yang tidak peduli. Ia hanyalah seorang ibu yang kelelahan dan tidak lagi tahu bagaimana harus menyampaikan perasaannya. Saya rasa banyak orang tua di Indonesia akan melihat cerminan dirinya pada karakter ini. Bagi saya pribadi, film ini juga menjadi pengingat agar tidak menyakiti orang-orang terdekat hanya karena merasa sudah terlalu nyaman bersama mereka.” Imbuh Sigi.

Dalam pelaksanaannya, Palari Films menggandeng V-Soy sebagai mitra yang menghadirkan nilai kebersamaan keluarga melalui gaya hidup sehat. Kehadiran produk berbahan dasar kedelai tersebut selaras dengan pesan yang dibangun film mengenai pentingnya kebiasaan berkumpul di meja makan sebagai ruang untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. Selain itu, Palari Films juga berkolaborasi dengan Kalea Psychological Services untuk menyelenggarakan program diskusi daring Lunch & Learn, yang mengajak orang tua dan remaja memahami dinamika keluarga dari sudut pandang psikologi serta kesehatan mental di era digital.

Film Desember Jani dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Desember 2026. Melalui karya ini, Palari Films berharap film tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu menghadirkan ruang refleksi bagi keluarga Indonesia agar lebih terbuka dalam berkomunikasi, saling memahami, dan memperkuat ikatan emosional antargenerasi. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS