width=
width=

HMI Cetak Arsitek Perubahan! Mahasiswa Ditantang Kuasai Teknologi, Bangun Karakter, dan Wujudkan Indonesia Emas 2045

MDINews Jakarta, 20/07/2026 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Terbuka Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk “Mempersiapkan Mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta sebagai Agen Perubahan dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan: Penguatan Kompetensi, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa agar mampu menjawab tantangan era disrupsi melalui peningkatan kompetensi, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Diskusi tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, dan kader HMI untuk membahas strategi membangun sumber daya manusia yang unggul di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Para narasumber sepakat bahwa kualitas manusia menjadi faktor utama dalam menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa Harus Kuasai Teknologi, Bukan Dikuasai Teknologi

Narasumber Moch Firmansyah Prawita menegaskan bahwa literasi digital kini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi generasi muda. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu memanfaatkannya sebagai sarana meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan mengelola waktu di tengah padatnya aktivitas akademik, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan sosial. Menurutnya, produktivitas tidak diukur dari banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan dari kemampuan mengatur prioritas secara efektif.

Selain itu, Firmansyah menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter. Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen konflik, administrasi, hingga membangun jejaring yang menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional.

“Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Mereka yang mampu bertahan adalah mereka yang paling cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan,” ujarnya.

HMI Dorong Budaya Berpikir Kritis

Pembicara berikutnya, Virgianto, S.E., S.Sos., M.Pd., mengingatkan bahwa tantangan terbesar generasi muda bukan hanya perkembangan teknologi, tetapi bagaimana membangun pola pikir kritis, analitis, inovatif, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan.

Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat yang memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir. Ketergantungan terhadap teknologi, kata dia, berpotensi mengurangi daya nalar dan semangat belajar apabila tidak diimbangi dengan budaya intelektual yang kuat.

Virgianto menegaskan, budaya diskusi, membaca, dan kajian ilmiah telah menjadi tradisi yang terus dijaga Himpunan Mahasiswa Islam sejak organisasi itu berdiri pada 1947. Melalui sistem kaderisasi berjenjang, HMI dinilai konsisten melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan.

Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

“Bangsa yang maju bukan hanya menjadi pasar bagi produk dunia, tetapi mampu menciptakan inovasi, mengolah ilmu pengetahuan, dan menghasilkan nilai tambah melalui penguasaan teknologi,” katanya.

Media Sosial Dinilai Jadi Peluang Ekonomi Baru

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Timur, Tedi Kurnia, S.E., M.M., turut memberikan pandangan mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai peluang ekonomi.

Menurutnya, media sosial telah berkembang menjadi ruang produktif yang mampu menciptakan nilai ekonomi apabila dimanfaatkan secara tepat. Mahasiswa didorong untuk mengenali potensi diri, memahami kebutuhan masyarakat digital, kemudian menghadirkan konten yang edukatif dan bernilai.

Melalui contoh pemanfaatan platform TikTok, Tedi menjelaskan bahwa kreativitas yang dibangun secara konsisten dapat berkembang menjadi sumber penghasilan sekaligus media edukasi bagi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak dapat diraih secara instan.
“Tidak ada kesuksesan yang instan, kecuali mie instan.”

Menurutnya, konsistensi, integritas, dan karakter merupakan fondasi utama sebelum seseorang mengejar popularitas maupun keuntungan ekonomi melalui platform digital.

Universitas Terbuka Dinilai Perlu Didukung Pemerataan Infrastruktur Digital

Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti peran Universitas Terbuka (UT) dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan terjangkau.

Forum menilai UT telah memberikan kontribusi besar terhadap demokratisasi pendidikan di Indonesia dengan membuka kesempatan belajar bagi masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses perguruan tinggi konvensional.

Meski demikian, peserta menilai keberhasilan transformasi pendidikan digital masih menghadapi tantangan berupa belum meratanya infrastruktur internet di berbagai daerah.

Keterbatasan akses jaringan dinilai tidak hanya menjadi persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut pemerataan hak masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Karena itu, forum mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia agar cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan secara merata.

Siapkan Generasi Penggerak Perubahan

Diskusi publik HMI Komisariat Universitas Terbuka Jakarta menghasilkan kesimpulan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter, integritas, dan kepemimpinan.

Forum menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan tetap memiliki peran strategis sebagai ruang kaderisasi yang melahirkan generasi pembelajar, adaptif terhadap perubahan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Melalui penguatan kompetensi, budaya berpikir kritis, serta pemanfaatan teknologi secara produktif, HMI Komisariat Universitas Terbuka Jakarta berharap mahasiswa dapat menjadi arsitek perubahan yang mampu membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. (Edho)

WWW.MDI.NEWS