MDINEWS, Jakarta — Narasumber dari Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Asep Kusnadi, menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan kepedulian sosial dalam rangkaian talk show Hari Anak Nasional 2026 bertema “Garuda di Hati Anak Indonesia” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda Indonesia.
Dalam pemaparannya, Asep Kusnadi menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Menurut dia, tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi global dapat memengaruhi karakter anak apabila tidak diimbangi dengan pendidikan nilai-nilai kebangsaan.
Asep mengajak peserta mengenang sosok Ismail Marzuki, maestro musik Indonesia yang memberikan kontribusi besar bagi perjuangan bangsa melalui karya seni dan musik. Ia menilai perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya budaya yang mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat persatuan bangsa.
“Ismail Marzuki adalah contoh tokoh yang berjuang melalui seni. Lagu-lagu perjuangannya menjadi media untuk menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air kepada masyarakat Indonesia,” kata Asep Kusnadi.
Menurut Asep, seni memiliki kekuatan lintas budaya dan lintas sekat sosial sehingga dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat karakter bangsa. Karena itu, generasi muda perlu terus dikenalkan pada karya-karya budaya nasional agar tidak kehilangan identitas kebangsaannya di tengah dominasi penggunaan gawai dan media digital.
Selain membahas nilai kebangsaan, Asep juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap masa depan pendidikan Indonesia.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama agar Indonesia mampu menyongsong Generasi Emas 2045 dengan kualitas pendidikan yang merata dan berkelanjutan.
Menurutnya, apabila kapasitas fiskal negara semakin kuat, maka anggaran yang besar dapat lebih diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sekolah, serta mendukung pembinaan generasi muda sejak usia dini hingga perguruan tinggi.
“Yang terpenting bukan besar kecilnya kontribusi, tetapi kepedulian dan keikhlasan untuk membantu keberlangsungan pendidikan generasi penerus bangsa. Pendidikan adalah investasi utama untuk menyambut Generasi Emas 2045,” ujar Asep Kusnadi.
Pada akhir kegiatan, Asep menjelaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari tim PPWK Provinsi DKI Jakarta yang terdiri atas berbagai unsur dan bekerja secara kolaboratif dalam program penguatan wawasan kebangsaan.
Melalui kegiatan Hari Anak Nasional 2026, PPWK berharap anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang berkarakter Pancasila, mencintai budaya bangsa, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa depan. (***)






