width=
width=

Pemprov DKI Peringati Hari Anak Nasional, Tanamkan Pancasila Lewat Permainan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Selasa (28/7/2026). Mengusung tema “Garuda di Hati Anak”. (Sumber/Dok. MDINEWS)

MDI.NEWS JAKARTA, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Selasa (28/7/2026). Mengusung tema “Garuda di Hati Anak”, kegiatan ini diisi rangkaian lomba menggambar, teater, dan penampilan tari yang melibatkan anak-anak sejak pagi hari.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi DKI Jakarta Alimolona Hakim hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta dalam acara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai efektif menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak melalui permainan.

“Kegiatan hari ini benar-benar kegiatan bermain anak-anak, ada kegiatan seni, kegiatan game, pertandingan-pertandingan kecil yang intinya adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila itu sudah mulai diajarkan dalam setiap permainan supaya anak-anak mengerti dan nanti tertanam di hati mereka,” kata Alimolona.

Alimolona menambahkan, nilai kekompakan, tanggung jawab, semangat, dan kerja sama sengaja dituangkan dalam permainan agar mudah diterima anak-anak. Menurutnya, status DKI Jakarta sebagai provinsi layak anak dan kota global yang inklusif menjadikan pelayanan bagi anak sebagai prioritas pemerintah.

Selain lomba dan pertunjukan seni, acara turut diisi pencanangan pembagian bendera merah putih kepada anak-anak sebagai bentuk penanaman rasa nasionalisme sejak dini. Alimolona berharap simbol Garuda dan Pancasila dapat melekat di hati anak-anak agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

“Ini tidak bisa terwujud tanpa dukungan semua pihak,” ujar Alimolona, sembari menegaskan bahwa anak-anak merupakan tanggung jawab bersama di tengah arus globalisasi.

Menjawab soal tantangan perundungan, kekerasan terhadap anak, dan pengaruh negatif media digital, Alimolona menyebut predikat Provinsi Layak Anak yang disandang DKI Jakarta diperoleh melalui proses terukur, termasuk pemenuhan sejumlah kriteria fasilitas dan sarana yang difokuskan untuk anak.

WWW.MDI.NEWS