width=
width=

Nuriman: Sebagai Sesama Jurnalis, Saya Berharap Lima Rekan dan Tiga Kru Kapal Segera Ditemukan

MDI.NEWS, Bekasi – Kabar hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026, menjadi duka dan keprihatinan mendalam bagi insan pers.

Kelima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 15.04 WIB ketika berada di perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, setelah terjadi erupsi pada 4–6 September 2026.

Kelima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian tersebut yakni Arie Basuki dari Merdeka, M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni, jurnalis lepas. Mereka bersama tiga awak kapal hingga Jumat (11/9/2026) malam belum diketahui keberadaannya.

Nuriman, selaku jurnalis media online, menyampaikan rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam atas musibah tersebut.

“Sebagai sesama jurnalis, tentu saya sangat sedih mendengar kabar hilangnya rekan-rekan kami. Mereka berangkat menjalankan tugas jurnalistik untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sampai malam ini, kita semua masih menunggu kabar baik tentang keberadaan mereka,” ujar Nuriman.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini, doa dan harapan menjadi kekuatan bagi keluarga, rekan seprofesi, serta seluruh pihak yang masih melakukan pencarian.

“Saya pribadi terus mendoakan M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, Donal Husni, serta tiga awak kapal agar segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya.

Nuriman juga berharap seluruh proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal dan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak hingga keberadaan para jurnalis dan kru kapal tersebut berhasil ditemukan.

“Harapan kita sederhana, semoga ada kabar baik. Semoga seluruh rekan kita yang masih dalam pencarian diberikan keselamatan dan kekuatan, dan secepatnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Ia menegaskan, keselamatan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas merupakan perhatian bersama. Musibah tersebut juga menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik di lapangan memiliki berbagai risiko yang harus menjadi perhatian seluruh pihak.

“Ini bukan hanya tentang lima jurnalis. Ada tiga awak kapal yang juga sedang menjalankan perannya dan ikut dalam perjalanan tersebut. Mereka semua adalah manusia, mereka punya keluarga yang saat ini tentu sedang menunggu dengan penuh kecemasan,” kata Nuriman.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Nuriman mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar para jurnalis dan kru kapal segera ditemukan.

“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada mereka, memberikan kekuatan kepada keluarga yang menunggu, dan membuka jalan bagi tim pencarian untuk menemukan mereka dalam kondisi selamat. Kami sesama jurnalis terus menunggu dan berharap kabar terbaik,” pungkasnya.

WWW.MDI.NEWS