MDI.NEWS, Jakarta – Purbaya mengungkap alasan pencopotan dirinya dari Istana pada Senin, 14 September 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara pers yang dilansir melalui akun TikTok Aha Tok_NTVNews. Selasa, 15 September 2026.
Dalam wawancara tersebut, Purbaya menyebut pencopotan dirinya sebagian berkaitan dengan polemik Risafol yang melibatkan sekitar 350 pejabat. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan satu-satunya faktor yang melatarbelakangi keputusan itu.
“Sebagian ada,” ujar Purbaya ketika menjelaskan keterkaitan pencopotannya dengan persoalan 350 pejabat tersebut.
Selain persoalan tersebut, Purbaya menyebut terdapat sejumlah pertimbangan lain yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Ia mengisyaratkan bahwa keputusan pencopotan juga tidak terlepas dari dinamika kebijakan yang sedang berjalan.
Purbaya juga menyinggung persoalan pemotongan anggaran MDG yang disebut berkaitan dengan kondisi dan kebijakan pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan saat ia memberikan penjelasan mengenai sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut.
Terkait status pegawai yang sebelumnya telah dilantik, Purbaya menyampaikan bahwa keputusan atau ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya masih dapat mengalami perubahan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan terkait kepegawaian masih terbuka untuk dievaluasi.
“Yang kemarin enggak berlaku,” kata Purbaya saat menanggapi ketentuan sebelumnya. Ia kemudian memberikan penjelasan bahwa ketentuan tersebut masih dapat kembali berubah.
Purbaya menegaskan bahwa dinamika kebijakan dan keputusan di lingkungan pemerintahan dapat mengalami penyesuaian. Ia juga menyebut masa jabatan menteri selama 12 bulan dalam rangka menjelaskan kemungkinan perubahan kebijakan dan keputusan yang berlangsung di lingkungan pemerintahan. (***)






