width=
width=

AsMEN Matangkan Persiapan Harlah ke-5

MDI.NEWS, Jakarta — Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-5 melalui rapat teknis kepanitiaan yang digelar secara daring menggunakan Zoom, Senin (22/9/2026) malam.

Rapat tersebut diikuti sekitar 15 peserta yang merupakan perwakilan dari sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Banten, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Kabupaten Bekasi.
Pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis penyelenggaraan, mulai dari tempat dan waktu pelaksanaan, undangan, jumlah peserta, kepanitiaan, pembiayaan, sponsorship, seragam, konsumsi, dokumentasi hingga publikasi kegiatan.

Ketua Umum AsMEN Nurkholis CPLA mengatakan Harlah ke-5 merupakan momentum penting bagi organisasi yang kini memasuki tahun kelima. Tahun ini, DKI Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan setelah kegiatan serupa sebelumnya dilaksanakan di Kota Bekasi.

“Sebentar lagi kita memasuki lima tahun. Harapan kami, persiapan yang dilakukan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Nurkholis.

Menurut Nurkholis, peringatan Harlah AsMEN secara organisasi jatuh pada 3 Oktober. Namun, pelaksanaan kegiatan masih menyesuaikan kesiapan tempat, protokol, serta koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan jajaran AsMEN dari tingkat DPD, DPW hingga DPP, termasuk perwakilan dari berbagai daerah.

Karena cakupannya bersifat nasional, panitia diminta mempersiapkan acara secara lebih terstruktur.

Abdul. Haris dalam penyampaian teknis kepanitiaan menjelaskan bahwa lokasi kegiatan sebelumnya sempat direncanakan menggunakan Gedung Puspenas.

Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan anggaran, panitia kemudian mencari alternatif tempat yang lebih efisien.

Setelah DPW AsMEN DKI Jakarta diterima dan terdaftar di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, muncul peluang penggunaan fasilitas pemerintah melalui skema pinjam pakai. Rencana tersebut dinilai dapat mengurangi beban biaya penyelenggaraan.

Haris juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus dilakukan, termasuk mengenai fasilitas, keamanan, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.

“Jangan sampai gedung yang disediakan di Balai Agung hanya terisi sekitar 30 orang. Kita harus mempersiapkan kegiatan ini dengan baik agar pelaksanaannya tidak mengecewakan pihak yang sudah memberikan fasilitas,” ujar Haris.

Dari sisi pembiayaan, panitia membahas sejumlah kemungkinan sumber dukungan, termasuk sponsorship dari lembaga pemerintahan, perusahaan, perbankan, serta pihak lain yang memiliki hubungan kerja sama dengan jajaran AsMEN di daerah.

Perwakilan DPW AsMEN DKI Jakarta, Ridho, mengatakan waktu persiapan yang tersedia relatif terbatas. Karena itu, panitia perlu segera memastikan jadwal sekaligus menyelesaikan proses administrasi dan komunikasi dengan pihak protokol.


Ridho juga menyampaikan bahwa Oktober memiliki sejumlah momentum nasional yang dapat menjadi konteks kegiatan. Selain rencana awal pada 7 Oktober, terdapat pula momentum Hari TNI pada 5 Oktober dan peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

“Kalau temanya dibuat lebih luas sebagai tema kebangsaan, dukungan tidak hanya diarahkan kepada satu pihak. Dengan begitu, kita dapat membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak pihak,” kata Ridho.

Menurut dia, penentuan tanggal tetap perlu mempertimbangkan kesiapan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Panitia juga berupaya agar surat kepada Gubernur DKI Jakarta segera disampaikan sehingga agenda dapat disesuaikan dengan protokol pemerintah daerah.

Selain jadwal, pembahasan juga mencakup rencana undangan kepada sejumlah pejabat dan tokoh nasional. Panitia mengusulkan agar undangan kepada Gubernur DKI Jakarta diprioritaskan sebelum undangan lainnya disebarkan secara lebih luas.

Panitia menyiapkan konsep acara yang antara lain memuat sesi bertema kebangsaan dan bela negara. Sejumlah perwakilan daerah juga dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Perwakilan DPW AsMEN Banten, Wawan, menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Harlah ke-5. Dukungan dari daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan panitia dan perkembangan persiapan kegiatan.

Sementara itu, perwakilan DPD AsMEN Jakarta Barat Antawira menyatakan pihaknya siap membantu distribusi proposal kepada sejumlah pihak yang selama ini telah menjadi jejaring organisasi.

“Jakarta Barat siap mendukung dan akan mencoba membantu mendistribusikan proposal kepada pihak-pihak yang selama ini menjadi bagian dari jejaring kami,” ujar Antawira.

Ketua DPD AsMEN Kabupaten Bekasi, Dudung, juga menyampaikan kesiapan jajarannya untuk membahas peluang dukungan dari berbagai pihak di wilayah Kabupaten Bekasi. Koordinasi tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan jejaring dan potensi kerja sama yang tersedia.

Dalam rapat, perwakilan Jakarta Selatan, Doris menyampaikan bahwa jumlah peserta ditargetkan sekitar 250 orang. Peserta akan berasal dari jajaran pengurus dan anggota AsMEN, pembina, penasihat, serta sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen lainnya.

Panitia juga membahas kebutuhan seragam bagi panitia dan kemungkinan penerapan ketentuan busana bagi peserta. Selain itu, souvenir dan kebutuhan pendukung acara akan dipertimbangkan dalam penyusunan rencana anggaran biaya.

Sekretaris DPW AsMEN DKI Jakarta Imam Setiadi menambahkan bahwa dokumentasi menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan. Panitia juga merencanakan siaran langsung atau live streaming untuk mendukung publikasi Harlah ke-5.

 

Ketua Umum AsMEN Nurkholis menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum nasional yang melibatkan seluruh jaringan organisasi serta mendapat dukungan publikasi media.

“Kalau ini menjadi kegiatan nasional, pemberitaan dan publikasinya harus dipersiapkan dengan baik. Kita juga harus bergerak cepat dalam mencari dukungan dan memastikan seluruh kebutuhan acara terpenuhi,” ujar Nurkholis.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi melalui grup kepanitiaan. Dalam beberapa hari berikutnya, panitia akan memprioritaskan kepastian jadwal, komunikasi dengan pihak protokol Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengiriman proposal, penjajakan sponsorship, serta penyusunan kebutuhan teknis lainnya.

Panitia berharap seluruh persiapan Harlah ke-5 dapat berjalan sesuai rencana sehingga kegiatan yang melibatkan jajaran AsMEN dari berbagai wilayah tersebut dapat terlaksana secara tertib dan menjadi momentum konsolidasi organisasi. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS