MDI.NEWS | JAKARTA, Pada pagi ini, kami seluruh warga MDI.NEWS menerima kabar duka cita yang mendalam berpulangnya ke rahmatullah Al-Marhumah Tun Dr. Siti Hasmah Mohd. Ali pada usia 100 tahun.
Hati kami terasa sesak. Kepergian ini bukan sekadar kehilangan bagi keluarga terdekatnya, melainkan juga bagi kita semua sebuah kehilangan yang menyisakan kekosongan yang sukar diungkapkan dengan kata-kata.
Selama lebih dari 70 tahun, beliau yang kelahiran 12 Juli 1926 setia mendampingi satu jiwa yang sama. Tujuh dekade bukanlah perjalanan yang singkat. Sudah tentu ada hari yang mudah dilalui, dan ada hari yang penuh ujian. Ada masa penuh kebahagiaan, ada saat yang menguji kesabaran. Ada fase membesarkan anak-anak, membangun karier, memikul tanggung jawab, hingga memasuki usia senja, berbagai kisah yang mungkin hanya mereka berdua yang benar-benar merasakan dan memahaminya. Namun, mereka tetap berdampingan, tetap setia, hingga ke penghabisan masa.
Bagi kami, kesetiaan dalam pernikahan tidak diukur dari lamanya waktu bersama, melainkan dari pilihan untuk tetap hadir, saling melengkapi, dan terus berjalan beriringan, sekalipun kehidupan berubah dari satu fase ke fase yang lain.
Cinta yang paling indah tidak perlu banyak diucapkan. Ia terpancar dari kehadiran yang tak pernah pudar, kasih yang teguh dalam keheningan, dan kebersamaan yang kokoh dimakan usia. Inilah teladan yang ditinggalkan Al-Marhumah bersama pendamping hidupnya sebuah perjalanan lebih dari tujuh puluh tahun yang sungguh luar biasa.
Semoga segala kebaikan Al-Marhumah Tun Dr. Siti Hasmah Mohd. Ali, menjadi amal yang terus mengalir pahalanya. Semoga segala khilaf dan kekurangan diampuni, dan rohnya ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Kami turut mendoakan agar Tun Dr. Mahathir serta seluruh keluarga besar dikaruniai kekuatan, ketabahan, dan kesabaran yang melimpah dalam menghadapi kepergian seorang istri, ibu, dan tokoh yang telah begitu lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kepergian beliau setelah tujuh dekad berdampingan, tentu menyisakan ruang yang tak mudah digantikan oleh siapa pun.
Innalillāhi wa inna ilaihi rāji‘ūn.
MDI.NEWS
Ilyas, S.Pd.I
Pimpinan Redaksi
(Redaksi)





