width=
width=

Alun-Alun Marakkash Bekasi Gelar Peringatan Hari Wayang Nasional ke-8 dengan Lakon Hanoman Takon Bopo

MDI.NEWS, Bekasi — Acara peringatan Hari Wayang Nasional (HWN) ke-8 berlangsung meriah di Alun-Alun Marrakash, Pondok Ungu Permai, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (7/11/2026) malam hari. Perayaan akbar ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), para tokoh seniman, serta puluhan komunitas budaya dari berbagai daerah di tanah air.

​Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas penetapan Hari Wayang Nasional yang diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018. Perhelatan akbar ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas lintas daerah yang berkomitmen menjaga kelestarian seni budaya tradisional warisan leluhur bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan, tokoh masyarakat, serta para penonton yang hadir dari berbagai kota. Antusiasme masyarakat di Alun-Alun Marrakash dinilai mencerminkan kecintaan yang tinggi terhadap seni pedalangan dan eksistensi budaya Nusantara di tengah modernisasi.

Sekretaris Jenderal Pepadi Pusat, yang hadir mewakili Ketua Umum Ir. H. Tumiyono, mengungkapkan rasa syukur dan mengenang kembali sejarah perintisan Hari Wayang Nasional yang dirintis bersama para tokoh almarhum sepuluh tahun silam. Ia menegaskan bahwa perjuangan para insan wayang tidak boleh berhenti demi menjaga agar karya agung bangsa tetap diakui dunia internasional melalui UNESCO. ​”Pada hari ini kita ingat benar bahwa perjuangan tidak boleh berhenti, karena itulah terwujud Hari Wayang Nasional dengan Kepres nomor 30 tahun 2018 yang diperjuangkan oleh segala lini,” ujar Sekjen Pepadi Pusat di hadapan ribuan penonton.

Selain mengenang sejarah perjuangan, pihak Pepadi Pusat juga melaporkan suksesnya penyelenggaraan Festival Dalang Anak Nasional yang baru saja rampung pekan sebelumnya. Kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari sembilan provinsi dengan menampilkan berbagai gaya pergelaran guna melahirkan bibit-bibit muda dalang yang handal dan merata di seluruh nusantara.

​Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap masa depan regenerasi seniman, Pepadi Pusat kini tengah memperjuangkan akses fasilitas khusus bagi para generasi muda dunia pewayangan. ​”Ketua umum pepadi pusat sangat menaruh hati terjadinya regenerasi seniman dan telah memperjuangkan demi untuk para juara dan peserta, mudah-mudahan dikabulkan dalam rangka untuk mewujudkan beasiswa LPDP gratis dari sejak sekolah hingga paripurna kuliah nanti,” tambahnya.

Rangkaian acara menyambut perayaan Hari Wayang Nasional tahun ini dimeriahkan oleh sekitar 64 pergelaran serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pementasan utama di Alun-Alun Marakas. Puncak hiburan malam itu menampilkan Ki Dalang Kanjeng Pangeran H. Gunarto Guno Talijendro yang sukses memukau penonton lewat kepiawaiannya memadukan keindahan gaya pedalangan Yogyakarta dan Surakarta secara harmonis. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS