MDI.NEWS, Bekasi – Persatuan Jurnalis Pembangunan Indonesia Raya (PJPI) menghadiri undangan perayaan Hari Wayang Nasional VIII dalam gelaran Konser Wayang Milenial Indonesia, Sabtu malam (7/11/2026) di Marakas Square, Pondok Ungu Permai, Kabupaten Bekasi.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Abdul Haris, S.I.P., MT. KWI didampingi, Penasehat PJPI bidang seni dan budaya, Ki Sugiyanto Kuncaraningrat.
Acara yang digelar bersama PEPADI DKI Jakarta ini menampilkan dalang internasional, KRA. Ki. H. Gunarto Gunotalijendro, SH., MM. dengan lakon “Hanoman Takon Bopo”_. Pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai dan disiarkan melalui YouTube Andika Multimedia New dan Gatot Jatayu.
Kehadiran PJPI menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya wayang sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO. PJPI menilai wayang bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan yang sarat nilai moral, sejarah, dan karakter bangsa.
Ketua Umum PJPI, Abdul Haris, mengatakan, konser wayang milenial ini merupakan cara yang tepat untuk mendekatkan wayang kepada generasi muda.
“Wayang harus terus hidup di tengah anak muda. Melalui konser milenial seperti ini, wayang dikemas lebih kekinian tanpa menghilangkan pakem dan nilai luhurnya. PJPI hadir untuk mendukung dan menyebarluaskan semangat itu kepada masyarakat luas,” ujar Abdul Haris di sela-sela acara di Marakas Square, Bekasi.
Menurut Abdul Haris, peran jurnalis sangat penting dalam mengangkat kembali seni tradisi agar tidak tergerus zaman. Media harus menjadi jembatan antara seniman, pemerintah, dan masyarakat, khususnya generasi milenial.
“Jurnalis pembangunan itu bukan hanya memberitakan, tapi ikut membangun. Salah satunya dengan mengangkat budaya seperti wayang ini agar semakin dicintai generasi penerus,” tambahnya.
Senada dengan Ketua Umum, Dewan Penasehat Bidang Seni dan Budaya PJPI, Ki Dalang Sugiyanto Kuncaningrat, menegaskan bahwa wayang adalah jati diri dan ruh kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan.
“Wayang itu bukan hanya seni pertunjukan, tapi media pendidikan karakter. Di dalam lakon ada ajaran tentang budi pekerti, kesetiaan, keberanian, dan kebijaksanaan. Tugas kita bersama, termasuk PJPI, adalah memastikan wayang tetap hidup dan dicintai anak cucu kita,” ujar Ki Dalang Sugiyanto Kuncaningrat.
Ki Dalang Sugiyanto juga mengapresiasi konsep Konser Wayang Milenial yang dinilai berhasil menyatukan pakem tradisi dengan selera generasi muda.
“Saya bangga, malam ini wayang tampil dengan wajah milenial tapi jiwanya tetap Jawa, tetap Indonesia. Inilah cara kita merawat warisan leluhur agar tidak punah. Saya berharap kegiatan seperti ini terus digelar di berbagai daerah, dan PJPI akan selalu berada di garda depan untuk mengawal dan mempublikasikannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ki H. Gunarto Gunotalijendro yang dikenal sebagai _International Puppet Master_ telah mementaskan wayang di berbagai negara, antara lain Eropa, Jepang, Amerika, Australia, Vatikan, Roma, Italia, Turkiye, China, Kanada, hingga Selandia Baru. Dalam lakon _Hanoman Takon Bopo_, Ki Gunarto menyuguhkan kisah Hanoman yang sarat makna bakti, kejujuran, dan pengabdian.
Acara berlangsung meriah dan penuh antusias. Ratusan warga, seniman, budayawan, hingga tokoh masyarakat memadati Marakas Square. Suasana semakin hidup dengan iringan gamelan dan penampilan wayang yang memukau penonton dari berbagai usia.
Di akhir acara, PJPI menyampaikan apresiasi kepada PEPADI DKI Jakarta dan KGG Ki Gunarto Gunotalijendro atas terselenggaranya konser tersebut. PJPI berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan budaya dan kesenian di seluruh Indonesia sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. (***)






