MDI.NEWS , Bekasi — Yayasan Sanggar Rizki Budaya Nusantara kembali menorehkan tinta emas dalam misi diplomasi budaya di kancah internasional. Kali ini, yayasan tersebut sukses menampilkan mahakarya tari tradisional dan pementasan wayang kulit dalam perhelatan akbar Hari Wayang Internasional yang diselenggarakan, Sabtu (7/11/2026) di Marrakash, Bekasi.
Pementasan prestisius ini dipimpin langsung oleh dalang kenamaan internasional, Kanjeng Raden Mario Ki Gunarto Gunatalijendro. Sebelumnya, sang maestro telah aktif membawa misi kebudayaan ke berbagai belahan dunia, mulai dari Selandia Baru, Vatikan, Roma, Australia, hingga Maroko, guna memperkenalkan luhurnya seni dan tradisi Nusantara kepada masyarakat global.
Dalam perhelatan di Marrakash, Yayasan Sanggar Rizki Budaya Nusantara di ketuai R. Ng. Niswarini S.Sn., mempersembahkan sebuah mahakarya tari ciptaan ketua yayasan yang merepresentasikan kebesaran Kerajaan Majapahit. Sebanyak sepuluh generasi muda pilihan dari sanggar tersebut tampil memukau membawakan Tari Gayatri Rajaparni, sosok perempuan agung di balik kejayaan Majapahit yang disandingkan dengan filosofi kepemimpinan Srikandi.
Keberhasilan misi kebudayaan ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara lembaga pendidikan, media massa, dan para pegiat seni. Yayasan Sanggar Rizki Budaya Nusantara didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk jajaran pembina, penasihat, lembaga pendidikan seperti Madrasah Aliyah dan SMA di Jawa Barat, serta jaringan 202 wartawan media yang berkomitmen menyuarakan gaung pelestarian budaya bangsa ke kancah dunia.

Generasi Muda Sanggar Rizki Budaya Sukses Bawa Misi Kebudayaan Nusantara ke Kancah Dunia terarah agar kesenian tradisional tidak pernah mati tergerus zaman.
”Perasaan saya tentu sangat bangga dan mewakili teman-teman media sekalian. Hari ini terlaksana pementasan dengan progres yang sangat bagus, membuktikan bahwa budaya kita tidak boleh mati dan harus terus dilestarikan hingga ke kancah internasional,” ujar Sugiyanto.
Lebih lanjut, pihak yayasan berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang mumpuni sebagai duta bangsa melalui pelatihan profesional secara berkelanjutan. Langkah nyata tersebut sebelumnya telah dibuktikan melalui pengiriman pelajar madrasah ke Thailand untuk membawakan tarian bernuansa Islami, yang menunjukkan bahwa pembinaan talenta muda mampu bersaing secara global.
Di balik gemerlap prestasi dan suksesnya misi diplomasi budaya tersebut, tersimpan keprihatinan mendalam dari para pengurus yayasan. Dewan Pembina Yayasan Sanggar Rizki Budaya Nusantara, dengan tegas menyayangkan kurangnya perhatian dan keberpihakan nyata dari pihak pemerintah terhadap upaya pelestarian budaya mandiri yang mereka jalankan.
”Terhadap pemerintah, Yayasan Rizki itu memang sering mengajukan permohonan dukungan, tapi kayaknya dipandang sebelah mata. Tidak pernah ada perhatian dan kelanjutan, seolah-olah dianggap kita tidak punya andil, padahal kami berjuang membawa nama baik bangsa,” ungkap pihak pembina yayasan menutup perbincangan. (***)






