MDI.NEWS, Kabupaten Bekasi—–Konsep perpaduan antara kekuatan ekonomi dan nilai-nilai spiritual kian menjadi sorotan dalam upaya membangun kemandirian masyarakat yang tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga kokoh dalam moral dan etika. Sabtu, 11 April 2026.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Ekonomi dan Spiritual yang digelar di Kedai Kebuli Abuya Kelurahan Sumberjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha duniawi dan nilai spiritual.
Maskuri, S.Pd.I dalam pemaparannya menegaskan bahwa ekonomi yang tidak dilandasi spiritualitas berpotensi rapuh dan mudah terjerumus pada praktik yang tidak sehat. Sebaliknya, spiritual tanpa kekuatan ekonomi dinilai belum mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
“Perpaduan ini adalah keseimbangan. Kita berusaha maksimal di dunia, namun tetap terikat dengan nilai kejujuran, amanah, dan keberkahan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Husni Solihin, seorang pengusaha di bidang properti, kuliner, dan pendidikan, menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak semata diukur dari besarnya keuntungan, melainkan dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan, ekonomi berbasis spiritual setidaknya mencakup beberapa prinsip utama, di antaranya niat usaha sebagai bentuk ibadah, kejujuran dalam setiap transaksi, konsistensi serta kerja keras, hingga komitmen untuk berbagi melalui sedekah dan kontribusi sosial.
“Ketika bisnis dijalankan dengan nilai spiritual, bukan hanya profit yang didapat, tetapi juga ketenangan, keberkahan, serta keberlanjutan usaha,” ungkapnya.
Di tengah ketatnya persaingan ekonomi modern, pendekatan ini dinilai mampu menjadi solusi strategis. Pelaku usaha yang mengedepankan nilai spiritual diyakini akan lebih mampu membangun bisnis yang berintegritas, dipercaya, dan tahan terhadap berbagai tantangan, termasuk krisis.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara ilmu ekonomi dan kekuatan spiritual dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing tinggi di era yang terus berkembang. (***)







