MDI.NEWS, Jakarta —— Peluncuran film Para Perasuk berlangsung meriah dengan kehadiran para pemain dan kru di hadapan awak media. Acara dibuka dengan sesi foto bersama yang menghadirkan para pemeran utama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Chicco Kurniawan, dan Indra Birowo. Pada Selasa, 15 April 2026 di Epicentrum XXI Rasuna Said Jakarta Selatan.
Antusiasme media terlihat dari banyaknya permintaan pengambilan gambar dari berbagai sudut, menandakan tingginya perhatian terhadap film ini.
Sutradara sekaligus penulis film menjelaskan bahwa proses produksi Para Perasuk dimulai sejak tahun 2024 dan memakan waktu lebih dari dua tahun hingga akhirnya siap tayang pada April 2026.
Ia menuturkan bahwa film ini bukanlah film horor seperti yang banyak diduga, melainkan mengangkat tema obsesi manusia yang dapat berdampak besar terhadap kehidupan pribadi dan sosial.
Ia mengungkapkan bahwa ide cerita terinspirasi dari pengalaman masa kecil, khususnya kisah adiknya yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasatmata.
“Saya tidak menyangka cerita sederhana itu suatu hari bisa menjadi film yang dibawa ke panggung internasional,” ujarnya.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi narasi yang lebih luas tentang hubungan manusia dengan ambisi dan masa lalu.
Film ini telah diputar perdana di ajang festival film internasional dan mendapatkan sambutan positif dari penonton global.
Bahkan, beberapa penonton mengaku terharu dan merasa terhubung dengan cerita yang disajikan. Hal ini menunjukkan bahwa tema yang diangkat bersifat universal dan dapat dipahami lintas budaya.
Dari sisi produksi, tantangan terbesar terletak pada skala yang lebih besar dibandingkan karya sebelumnya.
Produser menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi hambatan awal, namun dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat antara pemain dan kru.
“Semua elemen bekerja bersama secara kreatif, sehingga hasilnya terasa lebih hidup dan menyatu,” katanya.
Selain itu, penggunaan efek visual dan penciptaan tiga dunia berbeda dalam film menjadi tantangan teknis tersendiri.
Proses pascaproduksi memerlukan perhatian detail agar transisi antar dunia dapat dipahami penonton dengan baik tanpa mengganggu alur cerita utama.
Para pemain juga mengaku menghadapi tantangan dalam mendalami karakter masing-masing. Angga Yunanda, misalnya, harus mengeksplorasi emosi kompleks dari tokoh Bayu yang terjebak dalam ambisi berlebihan.
Ia menyebut bahwa karakter tersebut mengajarkannya tentang batas antara ambisi dan obsesi yang dapat merusak diri sendiri.
Maudy Ayunda menambahkan bahwa perannya sebagai Laksmi menuntut keseimbangan antara sisi emosional dan fisik. Ia mengaku awalnya merasa takut, namun rasa ingin tahu justru mendorongnya untuk menerima tantangan tersebut.
“Saya merasa terpanggil untuk memahami dunia yang belum pernah saya jelajahi sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Anggun yang menjalani debutnya dalam film layar lebar mengungkapkan pengalaman unik selama proses produksi. Ia harus menciptakan mantra secara spontan tanpa naskah tertulis.
“Semua dilakukan dalam satu kali pengambilan, jadi saya harus benar-benar jujur dalam mengekspresikannya,” katanya.
Film Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026. Selain penayangan domestik, film ini juga akan berpartisipasi dalam sejumlah festival internasional lainnya.
Para pembuat film berharap karya ini dapat diterima luas dan menjadi refleksi tentang pentingnya memahami diri sendiri serta menjaga keseimbangan antara ambisi dan kehidupan nyata. (***)







