MDINEWS, Bogor – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial atau LK2S berkolaborasi dengan Yayasan Indah Berbagi atau YIB menggelar Pelatihan Relawan di Jl. Kp. Sawah, RT 04/RW 04, Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah pembentukan “Sekolah Relawan” sebagai wadah pembinaan sumber daya manusia yang peduli dan profesional di bidang sosial.
Dedi Supriadi selaku Ketua LK2S menyampaikan bahwa Sekolah Relawan merupakan inisiasi bersama atas dasar pemikiran yang sama.
“Sekolah Relawan ini adalah bentuk inisiasi bersama yang difasilitasi oleh YIB. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada para relawan agar lebih siap, terampil, dan berintegritas dalam melayani masyarakat,” ujar Dedi.
Senada disampaikan Ade Subagyo selaku Ketua Yayasan Indah Berbagi. “Kita bermain di area yang sama. Mari kita berkumpul dalam rangka memperkuat dan berkolaborasi untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama. Dengan silaturahmi ini, kita berharap Kabupaten Bogor ke depan semakin maju dan sejahtera,” kata Ade.
Yayasan Indah Berbagi memiliki 3 pilar program utama:
1. Mengacu pada SDGs
YIB menjalankan program berdasarkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau _Sustainable Development Goals_ versi PBB yang ditargetkan tercapai pada 2030.
Fokusnya: Mengatasi kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan kesehatan dan pendidikan berkualitas, mendorong pertumbuhan ekonomi yang layak, inovasi, serta menjaga lingkungan melalui energi terbarukan dan pelestarian ekosistem.
Di YIB, anak-anak mulai dilibatkan dalam edukasi peduli lingkungan melalui pengolahan limbah organik. Salah satu programnya adalah ATM “Aktif, Kreatif, Mandiri”.

2. Penguatan SDM Produktif
YIB memiliki ±100 SDM usia produktif 18–24 tahun. Komposisinya 70% berasal dari lokal Bogor dan 30% dari luar Jawa. Rekrutmen dilakukan khusus untuk remaja agar tumbuh menjadi agen perubahan.
3. Model Pohon Kesejahteraan
Ade mengumpamakan YIB seperti pohon. “Akarnya adalah donatur, batangnya adalah pengembangan program dan ekonomi, hingga buahnya adalah kesejahteraan.”
YIB menerapkan regulasi penyaluran dana sesuai aturan yang berlaku.
Sejak 2018, YIB telah memulai program daur ulang sampah organik dan anorganik. Bahkan hingga ke tingkat RT RW, ditunjuk petugas khusus bersama masyarakat untuk mengelola sampah.
Beberapa unit UMKM dilingkungan YIB, Diantaranya:
1. Saung Kampung Sawah: Awal pembangunannya melibatkan anak-anak melalui tabungan yang terkumpul Rp300 Juta. Dari modal tersebut, lahan seluas 2.000 m² dibebaskan lalu dikembangkan menjadi saung warkop, butik busana, restoran, dan kios jajanan.
2. Bank Kompos: Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan.
3. Butik Daur Ulang: Mengolah sampah rumah tangga menjadi kerajinan tangan seperti tas, dompet, aksesori, dan tempat pensil.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa penguatan lembaga sosial tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kolaborasi antara LK2S, YIB, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan lahir lebih banyak relawan yang siap menjadi penggerak perubahan di Kabupaten Bogor. (***)






