MDI.NEWS, Tangerang – Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Provinsi Banten resmi memasuki babak baru kepengurusan melalui Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) IDMI Banten Masa Bakti 2026–2031 yang digelar di Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia pimpinan KH Syahdan, Minggu (13/9/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur ulama, umara, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi keagamaan, dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya perwakilan Bupati Tangerang melalui Asisten Daerah (Asda) III, Sekretaris Jenderal IDMI Pusat Dr. Muh. Irwan, S.Ag., M.Si., M.I.Kom., Ketua IDMI DKI Jakarta, Kapolsek Tigaraksa, jajaran Koramil, Camat Tigaraksa, Kepala Desa, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Forum DKM, para ulama, serta tamu undangan lainnya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal IDMI Pusat, Dr. Muh. Irwan, yang secara resmi melantik Ketua PW IDMI Banten terpilih, Ustadz Hasannudin, S.Pd.I., CSDS, yang akrab disapa Ustadz Hasan Alfarizi, bersama jajaran pengurus PW IDMI Banten masa bakti 2026–2031.
Momentum pelantikan semakin istimewa karena rangkaian kegiatan secara resmi dibuka oleh Asda III Kabupaten Tangerang. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia, sebagai bagian dari ikhtiar membangun pusat pendidikan, kaderisasi, dan pemberdayaan dai muda yang memiliki kapasitas keilmuan, kemandirian, serta kepedulian sosial.
Tidak berhenti pada seremoni organisasi, pelantikan PW IDMI Banten juga diwujudkan dalam aksi nyata melalui bakti sosial pembagian paket sembako kepada ratusan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga hadir dalam bentuk kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dalam kepengurusan periode 2026–2031, PW IDMI Banten membawa semangat untuk memperkuat peran Da’i muda agar mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah transformasi digital dan dinamika sosial masyarakat.
Ketua PW IDMI Banten, Ustadz Hasan Alfarizi, menegaskan bahwa IDMI Banten harus menjadi rumah besar bagi para dai muda untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi umat.
“Dakwah hari ini tidak cukup hanya dengan kata-kata. Dakwah harus hadir dengan ilmu, akhlak, keteladanan, karya, dan kebermanfaatan. IDMI Banten ingin melahirkan da’i muda yang mampu berdakwah di mimbar, hadir di tengah masyarakat, sekaligus adaptif menghadapi era digital,” ujar Ustadz Hasan.
Ia menambahkan, sinergi antara ulama dan umara, pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta masyarakat menjadi salah satu kunci untuk membangun ekosistem dakwah yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan IDMI Banten bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan. Gerakan yang mencerahkan umat, menguatkan persaudaraan, memberdayakan masyarakat, dan melahirkan generasi dai yang mampu membawa Islam sebagai rahmat bagi semesta,” lanjutnya.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat dan sinergi lintas sektor, PW IDMI Banten diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan strategis dalam pengembangan dakwah yang moderat, profesional, inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Rangkaian kegiatan yang diawali oleh pembacaan tilawatil quran, sholawat, Tausiah agama oleh Da’i kondang yang sering di Televisi diantaranya KH Rendi Tanjung, Ust Arifin Mahali, Ust Jaka Asmara, Ust Jaka Petir, Ust Telunjuk Petir, Ki Gacor, Meong Oplet dkk ditutup dengan doa dan muhasabah oleh Ust Guntur Bumi. (Priyono)
Editor: Imam. S





