MDI.NEWS | Bekasi — Kamis (6/8/2026) Kecamatan Bekasi Selatan menggelar seleksi anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) periode 2026-2031. Kegiatan ini merupakan bagian dari seleksi anggota FKDM se-Kota Bekasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi.
Camat Bekasi Selatan, Karya Sukmajaya, S.Ap., M.Si., menyampaikan bahwa FKDM merupakan mitra strategis pemerintah kecamatan dalam menjalankan tugas-tugas kewaspadaan dini di tengah masyarakat.
“FKDM merupakan mitra pemerintah, khususnya FKDM Kecamatan Bekasi Selatan, adalah mitra Kecamatan Bekasi Selatan. Kalau itu mitra, berarti kita saling mendukung,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan seleksi ini, pihak kecamatan turut memberikan dukungan berupa penyediaan tempat serta sarana dan prasarana kegiatan. Pihak kecamatan juga membantu mengundang warga sesuai permohonan dari FKDM.
“Dukungannya kita tidak terlalu optimal ya karena keterbatasan. Pertama, kita menyiapkan tempat, sarana dan prasarana. Kemudian yang mengundang juga, karena permohonan dari FKDM, kita yang mengundang warga,” jelasnya.
Ia berharap anggota FKDM yang terpilih nantinya merupakan sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban.
“Harapan saya, FKDM yang baru adalah orang-orang yang memiliki komitmen terhadap tugas FKDM. Diperlukan oleh orang-orang yang berintegritas, dedikasi, dan loyalitas terhadap tugas, dan penuh tanggung jawab, serta bekerja dengan ikhlas agar hasilnya kemitraan dengan pemerintah kecamatan berjalan dengan sinergi,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) 3 FKDM Kota Bekasi, Nur Ali HM, yang membawahi wilayah Bekasi Barat dan Bekasi Selatan, menjelaskan bahwa perannya adalah membina dan mengawasi kinerja FKDM di masing-masing kecamatan.
“Peran Korwil ialah membina atau mengawasi kinerja dari masing-masing kecamatan. Sambil memberikan arahan agar di masing-masing kecamatan FKDM bisa berjalan dengan baik, bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan FKDM juga bertugas menyampaikan laporan ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) kepada Korwil sebelum suatu kejadian benar-benar terjadi di wilayah, yang kemudian diteruskan ke masing-masing camat.
Terkait proses seleksi, Nur Ali menyebutkan bahwa khusus di Bekasi Selatan, yang terdiri dari lima kelurahan yakni Jakasetia, Pekayon Jaya, Kayuringin, Margajaya, dan Jakamulya, proses rekrutmen dilakukan secara ketat melalui koordinasi dengan Ketua RW dan RT di masing-masing wilayah.
“Untuk seleksi itu kita cukup ketat, kita berkoordinasi dengan para Ketua RW, para Ketua RT untuk dapat merekomendasikan orang-orang dari lingkungan. Dan wajib mendapatkan rekomendasi dari Lurah di masing-masing kelurahan,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada koordinasi antarkecamatan, melainkan pada pencarian calon yang benar-benar menguasai kondisi wilayahnya, termasuk mengetahui titik-titik rawan konflik dan gangguan keamanan lingkungan.
Senada dengan Camat Bekasi Selatan, Nur Ali berharap anggota FKDM yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan bekerja dengan ikhlas.
“Harapan saya FKDM yang baru ini bisa bersinergi dengan pemerintah, khususnya di masing-masing kecamatan. Harus ikhlas dan harus mampu melayani masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi konflik,” pungkasnya.






