MDI.NEWS , Cirebon – Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan Syiar Komunitas Sejuta Baitullah di Masjid Raya At-Taqwa, Kota Cirebon, Minggu, 25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan Program Umrah Al Wathon kepada masyarakat. Pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan syiar itu merupakan bagian dari upaya edukasi mengenai persiapan ibadah umrah berbasis komunitas.
Hadir sebagai narasumber, CEO Sejuta Baitullah Iqbal Prawira Delaroza Iskandar, Ketua Umum RKP Edy Suryadi, Ketua Nazir Koperasi Syariah Berdikari Financial Solution (BFS), dan salah satu leader Komunitas Sejuta Baitullah Yassir Arafat.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan konsep gerakan komunitas, pemberdayaan ekonomi, wakaf produktif, serta pentingnya kolaborasi dalam mendukung perencanaan ibadah umrah.
Konsep Umrah Al Wathon
Program Umrah Al Wathon diperkenalkan sebagai program unggulan yang mengedepankan gotong royong, kebersamaan, dan pemberdayaan komunitas.
Berdasarkan materi presentasi yang disampaikan panitia, program ini mengintegrasikan keanggotaan komunitas, keanggotaan koperasi, wakaf produktif, dan pemasaran layanan perjalanan umrah.
Calon anggota diperkenalkan dengan skema pendaftaran senilai Rp1 juta. Skema tersebut mencakup voucher umrah senilai Rp1 juta yang dapat digunakan sebagai pengurang biaya keberangkatan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Panitia menegaskan, voucher bukan uang tunai, tidak dapat dicairkan, dan tidak memiliki masa kedaluwarsa.
Selain voucher, skema tersebut juga mencakup komponen keanggotaan koperasi sebesar Rp100.000 dan wakaf produktif sebesar Rp100.000. Pengelolaan simpanan, wakaf, dan hak anggota mengikuti akad serta aturan masing-masing lembaga.
Lima Poin Program
Adapun lima poin utama yang disampaikan dalam kegiatan itu adalah:
1. Memfasilitasi masyarakat dalam merencanakan perjalanan umrah melalui program komunitas.
2. Pemberian voucher umrah senilai Rp1 juta sebagai pengurang biaya, sesuai ketentuan program.
3. Pemberdayaan ekonomi melalui keanggotaan koperasi.
4. Pengenalan wakaf produktif sebagai instrumen kemaslahatan umat.
5. Pembinaan berupa edukasi spiritual, pengembangan diri, serta pengenalan peluang pemasaran layanan umrah sesuai syarat dan ketentuan.
Panitia menyebut, pendekatan tersebut bertujuan membangun komunitas yang tidak hanya berorientasi pada keberangkatan umrah, tetapi juga pada penguatan silaturahmi dan kemandirian masyarakat.
Sinergi Kelembagaan
Sinergi antara komunitas, koperasi, dan pengelola wakaf menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut. Para narasumber mengajak peserta untuk melihat perjalanan menuju Baitullah sebagai ikhtiar yang membutuhkan niat, perencanaan, dan dukungan lingkungan.
CEO Sejuta Baitullah Iqbal Prawira Delaroza Iskandar mengatakan, kegiatan di Cirebon diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi di daerah lain.
Antusiasme peserta, menurut panitia, menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat akan informasi yang komprehensif mengenai perencanaan ibadah umrah.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk mempelajari secara menyeluruh mekanisme, akad, dan ketentuan program sebelum memutuskan untuk bergabung. (***)






