MDI.NEWS | BEKASI, 2 Agustus 2026 – Tenda Curhat yang dihadirkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Bekasi menjadi salah satu layanan yang paling banyak dikunjungi masyarakat dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Minggu (2/8/2026).
Melalui layanan tersebut, masyarakat memperoleh akses konsultasi psikologis, edukasi pengasuhan anak, pendampingan kesehatan mental, hingga pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara gratis.
Kegiatan ini melibatkan Ketua Forum PUSPA Kota Bekasi Dra. Hj. Enny Pristini, Wakil Ketua II Forum PUSPA Kota Bekasi Resa Rusayani, S.H., M.H.(C), Wakil Ketua II Puspaga Kota Bekasi Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si., beserta tim konselor dan psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bekasi.
Wakil Ketua II Puspaga Kota Bekasi, Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa Puspaga hadir sebagai layanan preventif yang menjangkau keluarga hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.
“Kota Bekasi merupakan kota yang padat sehingga memiliki potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena itu Puspaga hadir melalui berbagai program, kegiatan, dan layanan konsultasi sebagai upaya pencegahan. Saat ini layanan kami sudah menjangkau hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan kecamatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pendampingan secara lebih dekat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Forum PUSPA Kota Bekasi, Resa Rusayani, S.H., M.H.(C), mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gadget pada anak serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.
Menurutnya, hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak menjadi kunci agar anak tidak mencari validasi melalui media sosial.
“Puspaga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membatasi dan mengawasi penggunaan gadget. Namun yang paling utama adalah membangun kedekatan yang nyata antara orang tua dan anak agar mereka tidak mencari validasi melalui media sosial,” ujar Resa Rusayani.
Pelaksanaan Tenda Curhat merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga, antara lain LKBH IBLAM, Posbakum ‘Aisyiyah Kota Bekasi, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Komunitas Bhinneka One ID, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dan Universitas Muhammadiyah Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan anak melalui layanan edukasi, pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta pemberdayaan keluarga di Kota Bekasi.






