MDI.NEWS, Jakarta——Aktor legendaris Clift Sangra mengenang mendiang istrinya, Suzzanna, melalui sebuah puisi yang sarat emosi. Ungkapan tersebut disampaikan di tengah keterlibatannya dalam film terbaru Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang kini tengah tayang di bioskop Indonesia.
Film produksi Soraya Intercine Films ini dirilis pada 18 Maret 2026 dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali waralaba legendaris Suzzanna. Diproduseri oleh Sunil Soraya, film ini menghadirkan bintang ternama seperti Luna Maya dan Reza Rahadian, serta disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis.
Dalam puisinya, Clift mengungkapkan kerinduan mendalam kepada sosok Suzzanna, yang selama ini dikenal sebagai ikon horor Tanah Air. Ia menegaskan bahwa di balik citra menyeramkan di layar, Suzzanna adalah pribadi hangat dalam kehidupan sehari-hari.
Clift menulis bahwa ia merindukan kebersamaan sederhana bersama istrinya. “Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu,” tulisnya dalam puisi tersebut.
Ia juga menggambarkan sosok Suzzanna sebagai perempuan yang penuh kelembutan di balik popularitasnya. Clift mengaku ketakutannya bukan pada sosok horor di layar, melainkan pada kemungkinan melupakan hal-hal kecil tentang istrinya. “Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana,” ungkap Clift.
Keterlibatan Clift dalam film ini menjadi hal menarik, karena ia memerankan tokoh Bisman yang justru menjadi lawan karakter Suzzanna. Peran ini berbeda dengan masa lalu, ketika keduanya kerap tampil sebagai pasangan dalam sejumlah film klasik seperti Sangkuriang (1982) dan Nyi Blorong (1982).
Secara cerita, film ini mengisahkan perjalanan Suzzanna yang diliputi dendam setelah kematian ayahnya akibat santet. Dalam upaya membalas dendam, ia mempelajari ilmu hitam, namun di sisi lain dihadapkan pada cinta terhadap seorang pria saleh bernama Pramuja.
Melalui film ini, Clift mengajak penonton lintas generasi untuk kembali mengenang dan merayakan karya-karya Suzzanna. Ia menilai kehadiran film ini menjadi cara untuk menjaga warisan sang Ratu Horor tetap hidup, khususnya dalam momentum libur Lebaran tahun ini. (***)







