width=
width=
FILM  

Satu Dekade Palari Films, Tujuh Proyek Baru Diumumkan

MDI.NEWS, Jakarta —– Rumah produksi Palari Films menandai 10 tahun kiprahnya di industri film Indonesia dengan perayaan bertajuk A Decade of Voyage di Jakarta, 2 April 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan arah baru sekaligus deretan proyek film yang tengah disiapkan.

Perusahaan yang didirikan oleh Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan sutradara Edwin ini telah berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam perfilman nasional. Selama satu dekade, mereka konsisten memproduksi karya yang mendapat apresiasi kritis dan komersial.

Awal perjalanan Palari Films dimulai lewat film Posesif pada 2017. Film tersebut meraih tiga Piala Citra di Festival Film Indonesia 2017 dan menjadi pijakan kuat bagi reputasi rumah produksi ini.

Kesuksesan berlanjut melalui Aruna & Lidahnya yang tidak hanya meraih penghargaan di dalam negeri, tetapi juga tampil di Berlin International Film Festival 2019. Film ini mempertegas posisi Palari Films di kancah internasional.

Pencapaian paling bergengsi diraih lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang memenangkan Golden Leopard di Locarno Film Festival. Prestasi ini menjadi tonggak sejarah karena membawa nama Indonesia ke panggung utama festival film dunia.

Selain itu, Palari Films juga memperluas kolaborasi dengan berbagai sineas, termasuk Lucky Kuswandi dalam Ali & Ratu Ratu Queens serta proyek lain seperti Tebusan Dosa. Langkah ini menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan karya yang beragam.

Memasuki dekade kedua, Palari Films mengumumkan tujuh film baru, yakni Monster Pabrik Rambut, Desember Jani, Menari dengan Bayangan, Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself, Goldfish, serta Strange Root.

Film Monster Pabrik Rambut garapan Edwin dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026 dan telah lebih dulu diputar di Berlinale 2026. Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, dan sejumlah aktor lainnya.

Dalam keterangan tidak langsung, Iqbaal Ramadhan menyampaikan keterlibatannya di proyek ini menjadi lebih luas karena juga berperan sebagai produser eksekutif. Ia menilai Palari Films sebagai ruang yang mendorong eksplorasi kreatif.

“Palari Films selalu memberi kesempatan untuk berkembang dan menembus batas kreativitas,” ujar Iqbaal.

Sementara itu, Ariani Darmawan akan menjalani debut film panjang melalui Desember Jani. Proyek ini menjadi penanda kembalinya ia setelah vakum, sekaligus menghadirkan kolaborasi lintas perempuan dalam berbagai lini produksi.

Di sisi lain, Baskara Putra terlibat sebagai produser eksekutif dalam adaptasi film dari albumnya, Menari dengan Bayangan. Dalam pernyataan tidak langsung, ia menyebut adaptasi ini sebagai langkah baru dalam memperluas medium karyanya.

“Ini menjadi cara baru menghadirkan cerita saya ke dalam bentuk visual,” kata Baskara.

Palari Films juga menggandeng sineas muda seperti Khozy Rizal dan Aditya Ahmad untuk proyek debut panjang mereka. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya regenerasi kreator dalam industri film nasional.

Perayaan satu dekade ini turut diramaikan dengan pameran perjalanan karya di Museum MACAN serta peluncuran merchandise bersama Goods Dept. Rangkaian kegiatan ini mempertegas posisi Palari Films sebagai rumah produksi yang terus berkembang dan berorientasi pada kolaborasi lintas sektor.   (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS