width=
width=
TOKOH  

Peringati HPN dan Hari Pers Sedunia 2026, Ketum DPP Forum ASMEN Nurkholis CPLA: Jurnalis Harus Jadi Garda Depan Cinta Tanah Air dan Pembangunan

MDI.NEWS, Jakarta—Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Asistensi Media Nasional Nurkholis CPLA menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional dan Hari Pers Sedunia tahun 2026. Ia mengajak seluruh jurnalis dan insan pers di Indonesia menjadikan momentum ini untuk memperkuat semangat cinta tanah air serta berkomitmen membangun Indonesia Raya.

Ucapan tersebut disampaikan Nurkholis CPLA melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu 9 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Mei dan rangkaian Hari Pers Nasional 2026.

“Atas nama keluarga besar DPP Forum ASMEN, saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional sekaligus Hari Pers Sedunia tahun 2026 kepada seluruh jurnalis dan insan pers di Tanah Air,” kata Nurkholis CPLA.

Menurut Nurkholis, pers memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi publik dan mengawal jalannya pembangunan.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis dituntut semakin profesional, independen, dan berintegritas. Jadikan pena, kamera, dan suara kalian sebagai alat untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dan membangun Indonesia Raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan jurnalis saat ini semakin kompleks, mulai dari maraknya disinformasi, tekanan ekonomi media, hingga ancaman kriminalisasi. Namun, Nurkholis meyakini insan pers Indonesia mampu melewati tantangan tersebut dengan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pers yang kuat adalah pers yang berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik. Kritik boleh tajam, tetapi harus konstruktif dan berbasis data agar menghasilkan solusi, bukan kegaduhan,” ujar Nurkholis.

Dalam arahannya, Nurkholis menitipkan tiga pesan utama kepada jurnalis dan insan pers: Perkuat Nasionalisme: Setiap karya jurnalistik harus menumbuhkan optimisme dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia, Kawal Pembangunan : Aktif memberitakan progres dan mengawasi penggunaan anggaran pembangunan agar tepat sasaran, Jaga Soliditas: Sesama insan pers harus saling melindungi dan tidak mudah diadu domba oleh kepentingan pihak tertentu.

“Indonesia butuh jurnalis yang tidak hanya cerdas, tapi juga berani dan berhati nurani. Mari kita jadikan pers sebagai rumah bersama untuk merawat Indonesia Raya,” tutup Nurkholis.

Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985. Sementara Hari Kebebasan Pers Sedunia atau _World Press Freedom Day_ diperingati setiap 3 Mei berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB tahun 1993 untuk mengingatkan pemerintah menghormati kebebasan pers.   (***)

WWW.MDI.NEWS