width=
width=

Momentum Hari Lahir Pancasila, AsMEN Kabupaten Bekasi Ajak Bangun Indonesia dengan Kesadaran dan Persatuan

Oplus_131072

MDI.NEWS, Tambun Selatan – Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bendahara DPD AsMEN Kabupaten Bekasi sekaligus Owner Media Husni Kreasindo, Husni Solihin, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi nasional untuk mengembalikan arah kehidupan bangsa kepada amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut Husni Solihin, seluruh pihak, khususnya para pejabat negara dan pemangku kebijakan, harus menjadikan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai pondasi utama dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

“Kita harus kembali kepada Pancasila dan UUD 1945. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, harus menjadi landasan utama. Kita semua harus sadar bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa ini harus dibangun dengan nilai ketuhanan, bukan dengan keserakahan, kebencian, dan perilaku yang menjauhkan diri dari nilai-nilai ilahiah,” tegas Husni Solihin.

Ia menambahkan bahwa ketika kesadaran ketuhanan tumbuh dalam diri setiap individu, maka akan lahir sikap kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan kesadaran tersebut, berbagai bentuk diskriminasi, permusuhan, dan kebencian akan berangsur hilang.

“Ketika manusia sadar akan hakikat dirinya sebagai makhluk Tuhan, maka akan tumbuh rasa saling menghormati, saling menghargai, dan saling membantu. Dari situlah lahir kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Husni menjelaskan bahwa kesadaran kolektif masyarakat akan membawa bangsa Indonesia menuju persatuan yang kokoh di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan.

“Kesadaran akan melahirkan persatuan Indonesia. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk membangun bangsa yang besar dan bermartabat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Husni Solihin juga menegaskan pentingnya kritik yang konstruktif sebagai bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.

“Kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memperbaiki. Kritik yang membangun akan melahirkan musyawarah yang bijaksana dalam mengambil setiap kebijakan. Karena setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin harus mewakili kepentingan rakyat Indonesia, bukan kepentingan pribadi maupun golongan tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, semangat musyawarah yang berlandaskan hikmat kebijaksanaan merupakan salah satu kunci menjaga persatuan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga negara.

Di akhir pernyataannya, Husni Solihin berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh anak bangsa.

“Jika kesadaran, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka cita-cita bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan menjadi kenyataan,” pungkasnya.

DPD AsMEN Kabupaten Bekasi bersama MHKNews mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan kesadaran kebangsaan, serta membangun Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

Bersatu Dalam Keberagaman, Kuat Dalam Kebhinekaan.”

Penulis: Husni Solihin

WWW.MDI.NEWS