MDINEWS, Kota Bekasi — Menurut Dr. Risman Pasaribu utang Indonesia telah berada pada tingkat yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi beban bagi negara, terutama karena kewajiban pembayaran bunga yang terus meningkat. Hal itu disampaikan dalam podcast AsMEN Talk Certain Aja di Studio Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) Jl Puncak Cikunir No:14 Jakasampurna, Kota Bekasi Selasa (14/7/26).
Menurutnya, kondisi sekarang memerlukan perhatian serius dari pemerintah serta partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), melalui penyampaian kritik dan masukan yang konstruktif agar tata kelola keuangan negara dapat berjalan lebih efektif dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Dr. Rasman Pasaribu menjelaskan bahwa masyarakat pada dasarnya memiliki semangat untuk mendukung pembangunan nasional. Akan tetapi, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan negara yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dalam hal ini, penggunaan dana yang berasal dari pinjaman luar negeri dinilai masih perlu dibuka secara lebih jelas kepada publik agar tercipta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dr. Rasman Pasaribu juga berpendapat bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang memadai untuk mencapai kesejahteraan tanpa bergantung secara berlebihan pada utang luar negeri. Menurutnya, praktik korupsi yang masih terjadi menjadi salah satu hambatan utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, penegakan hukum terhadap pelaku korupsi harus dilakukan secara tegas disertai upaya pemulihan kerugian negara.
Ia juga mengemukakan bahwa utang luar negeri selama ini sering dijadikan sebagai instrumen pembiayaan pembangunan. Meskipun demikian, manfaat pembangunan tersebut dinilai belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat dianggap turut menanggung konsekuensi dari utang negara melalui berbagai bentuk penerimaan negara. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengelolaan utang yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (***)






