MDI.NEWS – Banyak orang justru mencari lagu sedih saat hati galau, bukan lagu ceria. Fenomena ini disebut Sadness Paradox dalam psikologi.
Peneliti Rottenberg dan Sunkyung Yoon dari University of South Florida mengungkap, mendengarkan lagu sedih dapat memberi efek menenangkan saat seseorang sedang galau.
Secara biologis, otak merespons lagu sedih seolah mengalami kesedihan nyata. Tubuh melepaskan hormon prolaktin, hormon yang sama muncul saat menangis, yang memberi efek tenang tanpa konsekuensi menyakitkan.
Lirik lagu sedih juga berperan sebagai social surrogate, pengganti hubungan sosial. Lagu terasa seperti teman yang memahami perasaan pendengar, sehingga mengurangi kesepian saat galau.
Eksperimen dari University of Kent menemukan, mendengarkan lagu sedih saat sedih justru meningkatkan suasana hati lewat proses refleksi emosi.
Tempo lambatnya memicu mode berpikir reflektif, membantu memproses masalah lebih tenang. Orang dengan empati tinggi pun cenderung lebih menyukai dan menilai lagu sedih lebih indah secara estetika.
Meski menenangkan, mendengarkan lagu sedih terlalu lama tetap perlu dibatasi. Begitu suasana hati membaik, disarankan segera beralih ke lagu yang lebih ceria.
Di kancah internasional, Glimpse of Us milik Joji identik dengan rasa gagal move on. Birds of a Feather milik Billie Eilish mengangkat ketakutan kehilangan orang tersayang.
We Can’t Be Friends milik Ariana Grande bercerita soal harus menjauh demi kebaikan bersama. Sementara Vampire milik Olivia Rodrigo mengangkat amarah akibat dibohongi pasangan manipulatif.
Di ranah musik Indonesia, Satu Bulan milik Bernadya menggambarkan perasaan stuck usai putus, masuk jajaran hits Spotify charts 2025.
Mati-Matian milik Mahalini populer dengan tema lelah usai berjuang untuk hubungan yang salah. Sementara Berharap Pada Timur milik Salma Salsabil mengangkat rasa rindu dalam hubungan jarak jauh.
Kesamaan tema gagal move on, LDR, atau dikhianati ini menguatkan konsep Sadness Paradox. Pendengar merasa relate karena pengalaman tersebut umum dialami banyak orang.
Sadness Paradox pada dasarnya membuktikan, memilih lagu sedih saat galau bukan tanda kelemahan, melainkan mekanisme alami tubuh untuk merasakan, memahami, lalu melepaskan emosi yang rumit.






