MDINews Tangerang Selatan, 20/08/2026 — Ketua Dewan Pembina Komunitas Salam Sehat Indonesia (KSSI), Dr. M. Guntur Mertosono SP, PD, menegaskan bahwa budaya kekeluargaan menjadi salah satu prinsip utama dalam menjalankan roda organisasi KSSI. Prinsip tersebut diterapkan, termasuk dalam proses pengambilan keputusan organisasi.
Hal itu disampaikan Dr. Guntur saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pengawas Syariah Relief Islamic Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Said, M.Ag., S.Ag., bersama Direktur Relief Islamic Indonesia, Nanang Subana Dirja, di Kantor KSSI, Perumahan Paradise Resort City, Cluster The Bay Blok C16 No. 17, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (20/8/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, Dr. Guntur menjelaskan dinamika organisasi KSSI sekaligus nilai-nilai yang selama ini menjadi landasan dalam membangun kebersamaan di antara pengurus dan anggota.
Menurutnya, KSSI tidak hanya mengedepankan struktur organisasi, tetapi juga berusaha membangun suasana kekeluargaan sehingga setiap pengurus memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat.
“Kami ini membangun budaya organisasi, budaya kekeluargaan dan sangat unik. Dalam hal keputusan rapat, misalnya voting, salah satu saja tidak setuju, tidak jadi,” ujar Dr. Guntur sembari tertawa.
Ia menegaskan, keberadaan ketua, sekretaris, bendahara dan struktur kepengurusan lainnya lebih merupakan pembagian tugas organisasi. Dalam proses pengambilan keputusan, setiap pihak tetap memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan.
“Walaupun ada ketua, sekretaris, bendahara dan sebagainya, semuanya sama dalam memberikan pendapat. Jadi jabatan hanya struktur, tetapi kita kedepankan kekeluargaan dalam organisasi,” kata Dr. Guntur.
Menurut Dr. Guntur, pendekatan kekeluargaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas keluarga besar KSSI. Ia juga mengungkapkan berbagai dinamika yang dihadapi organisasi dalam menjalankan kegiatan dan membangun kebersamaan antaranggota.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Salam Sehat, H. Sukirno, S.E., turut memperkenalkan jajaran KSSI kepada rombongan Relief Islamic Indonesia. Ia juga menjelaskan mengenai legalitas yayasan serta sejumlah kegiatan KSSI yang telah dilaksanakan selama ini.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua KSSI Zaidah Destiana bersama jajaran pengurus, di antaranya Ika Nurjanah, Ana Nurjanah, Erna Homsyati dan Marlina Mastur Sitorus.
Zaidah Destiana dalam pertemuan itu juga menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup aktif. Ia berbagi pengalaman mengenai pentingnya rutin berjalan kaki dan menjaga massa otot, khususnya bagi masyarakat yang memasuki usia 40 tahun.
“Umur 40 tahun itu kita harus jalan setiap hari. Di atas 40 tahun massa otot kita semakin mengecil, jadi harus rajin bergerak. Sekarang 30 menit harus berjalan,” jelas Zaidah.
Zaidah juga menceritakan perubahan yang dirasakannya setelah mulai rutin melakukan aktivitas fisik. Ia mengaku kini dapat melakukan aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan.
“Sekarang saya sudah bisa naik tangga, dulu saya tidak bisa naik tangga,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Relief Islamic Indonesia, Nanang Subana Dirja, memaparkan berbagai kegiatan yayasan yang selama ini dilakukan. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan program masing-masing lembaga serta membuka peluang kerja sama dalam bidang sosial dan kesehatan.
Kunjungan jajaran Relief Islamic Indonesia ke KSSI berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta membuka ruang kolaborasi dalam pelaksanaan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Dr. Guntur, penguatan budaya kekeluargaan di internal organisasi menjadi modal penting bagi KSSI untuk terus berkembang dan menjalankan berbagai kegiatan sosial serta kesehatan secara bersama-sama.
Pewarta : Yung Edho
Editor : Ridho






