width=
width=
FILM  

Bapakmu Kiper Angkat Intrik Sepak Bola Tarkam

MDINEWS, Jakarta — Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia (ESI) menghadirkan film Bapakmu Kiper, yang mengangkat kehidupan sepak bola antarkampung atau tarkam dengan segala warna, gengsi, dan intrik di balik pertandingan. Film yang disutradarai Ody Harahap ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Selasa, 1 September 2026.

Tarkam selama ini menjadi bagian penting dari denyut sepak bola akar rumput Indonesia. Tidak hanya menyajikan pertandingan di lapangan sederhana, tarkam juga menghadirkan rivalitas antarkampung, kebanggaan daerah, dukungan penonton, hingga tradisi saweran kepada pemain yang tampil menonjol. Fenomena tersebut menjadi bagian dari realitas sepak bola masyarakat yang jarang mendapat sorotan dalam film layar lebar.

Ody Harahap menilai berbagai dinamika tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam film Bapakmu Kiper. Menurutnya, pertandingan tarkam tidak semata-mata ditentukan oleh skor akhir, tetapi juga dipenuhi persaingan, hiburan, tekanan, dan hubungan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Di balik pertandingan, ada persaingan, ada hiburan, bahkan fenomena unik seperti saweran,” ujar Ody.

Direktur Utama ESI sekaligus produser Bapakmu Kiper, Garnet Geraldine Tanja, mengatakan keautentikan dunia tarkam menjadi salah satu alasan ESI memilih kisah tersebut sebagai proyek produksi mandiri pertama. Menurutnya, kehidupan sepak bola antarkampung memiliki kedekatan dengan keseharian masyarakat Indonesia dan menyimpan banyak cerita yang menarik untuk diangkat ke layar lebar.

“Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan. Ada gengsi kampung, ada drama di pinggir lapangan, bahkan ada saweran yang bikin suasana makin seru. Semua bumbu itu yang justru bikin kami yakin ceritanya akan dekat di hati penonton Indonesia,” ujar Garnet.

Film ini memadukan drama keluarga dengan warna-warni dunia tarkam melalui perjalanan Dino (Ali Fikry), remaja berusia 18 tahun yang menyimpan kemarahan kepada ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan jago tarkam yang dikenal sebagai penjudi. Dino menganggap Warto sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kematian ibunya sehingga hubungan keduanya renggang selama bertahun-tahun. Kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup kemudian membuka peluang bagi Dino untuk menapaki jalan menuju sepak bola profesional. Namun, menjelang final, timnya direbut pihak lain sehingga Warto harus turun tangan membentuk tim baru yang berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan.

Melalui karakter Warto, Bapakmu Kiper juga menghadirkan gambaran tentang sosok ayah yang tidak selalu menjadi pusat perhatian, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga keluarganya. Sementara itu, Ali Fikry melihat perjalanan Dino sebagai proses untuk memahami bahwa kemarahan tidak selalu menjadi jalan keluar dan setiap orang memiliki kesempatan untuk berdamai dengan masa lalu.

“Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan,” kata Ali.

Film Bapakmu Kiper disutradarai Ody Harahap dengan naskah yang ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Film ini dibintangi Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, serta King Polo yang dikenal dengan julukan Raja Tarkam. Perjalanan menuju Tarkam Super Cup dalam film tersebut menjadi gambaran perjuangan menghadapi masa lalu, mengejar masa depan, sekaligus memperbaiki hubungan antara ayah dan anak. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026. Informasi film dapat diikuti melalui Instagram @filmbapakmukiper serta akun media sosial Entelekey Media Indonesia, @entelekeymediaid. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS