MDINEWS, Kota Bekasi — Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia (FKI), Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M., menegaskan bahwa setiap utang negara harus dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembiayaan melalui utang, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan, tetapi harus mampu mendorong peningkatan pendapatan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi.
Risman menyampaikan pandangan tersebut dalam AsMEN diskusi yang membahas pengelolaan utang negara dan manfaatnya bagi perekonomian nasional. Ia menilai, penggunaan utang harus memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Selasa, 1 September 2026.
Menurut Risman, pemerintah perlu memastikan setiap pembiayaan yang berasal dari utang benar-benar diarahkan untuk kegiatan yang produktif. Penggunaan dana tersebut harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Yang dipinjam negara ini harus jelas manfaatnya untuk siapa. Manfaatnya harus nyata dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Itu yang harus menjadi perhatian,” kata Risman.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan utang negara. FKI bersama Asistensi Media Nasional (AsMEN) dan jaringan media yang tergabung di dalamnya berkomitmen menyampaikan aspirasi serta rekomendasi yang dihasilkan dari pembahasan tersebut kepada pemerintah.
Risman menyebutkan, keterlibatan tersebut tidak hanya berasal dari kalangan media, tetapi juga melibatkan para profesional, dokter, guru, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Menurutnya, dukungan dari banyak pihak diperlukan agar pengelolaan keuangan negara tetap berpijak pada kepentingan bangsa dan rakyat.
“Kami ingin memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan terkait utang negara benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat. Kalau ada hal yang kurang baik, kita bantu memberikan masukan dan mencari jalan keluarnya bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Risman berharap utang negara dapat menjadi instrumen pembiayaan yang produktif, bukan menjadi beban bagi generasi mendatang. Ia menekankan bahwa utang yang digunakan secara tepat dapat meningkatkan investasi dan pendapatan negara, sehingga manfaatnya kembali kepada masyarakat. FKI bersama unsur media dan para profesional menyatakan siap mengawal persoalan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan ekonomi dan masa depan bangsa. (***)






