MDI.NEWS, Kota Bekasi – Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia (FKI), Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M., menyoroti pergantian Menteri Keuangan Purbaya yang menurutnya terkesan tergesa-gesa dan kurang etis. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media usai rapat bersama Ketua Umum AsMEN Nurkholis CPLA di Studio AsMEN, Jalan Puncak Cikunir No.14 Jakasampurna Kota Bekasi, pada Selasa (15/9/2026).
Dr. Risman yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), Kepala Fasilitasi Pendidikan Politik Kesbangpol Dalam Negeri, serta calon legislatif DPR RI Partai Demokrat periode 2024–2029, menilai pergantian tersebut menjadi sorotan karena Purbaya disebut sedang memimpin rapat bersama Komite IV DPD RI terkait pembahasan anggaran pemerintah tahun 2027.
“Pergantian Purbaya terkesan tergesa-gesa, sedang memimpin rapat tiba-tiba diberhentikan sebagai Menteri. Saya sebagai anak bangsa sangat prihatin, ini betul-betul politik yang tidak santun,” ujar Dr. Risman.
Menurutnya, pergantian Purbaya atau reshuffle tersebut sarat muatan politik karena masa jabatannya di Kabinet Presiden Prabowo Subianto baru berlangsung sekitar satu tahun.
“Saya yakin ini bukan dorongan dari hati nurani Presiden. Karena saya ini sebagai sahabat yang memperjuangkan beliau jadi Presiden. Sebagai anggota Dewan dan sebagai Caleg DPR RI Partai Demokrat, bagaimanapun saya mendukung perubahan ini. Tapi kalau ada yang memaksa diberhentikan dengan cara seperti itu, itu kurang etis,” tambahnya.
Dr. Risman juga mengapresiasi kinerja Purbaya selama satu tahun berada dalam Kabinet Prabowo. Menurutnya, kebijakan terkait alokasi dan penggunaan utang negara serta efisiensi anggaran yang dilakukan Purbaya dinilai cukup efektif dalam mengurangi biaya operasional negara yang berlebihan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Risman turut menyampaikan pesan kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil, yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026). Ia berharap Menteri Keuangan yang baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan sebelumnya.
“Pesan saya supaya Menteri yang baru melanjutkan program-program apa yang sudah dilakukan Menteri Keuangan sebelumnya, itu harapan saya, jangan lari dari situ. Karena program Menteri Keuangan sebelumnya juga sama dengan program Presiden Prabowo,” pungkasnya. (Imam. S)





