width=
width=

Beauty is Pain? Ini yang Terjadi pada Kakimu Setiap Kali Pakai Heels atau Flat Shoes

Ilustrasi

MDI.NEWS | Bekasi – Buat sebagian wanita, memilih sepatu bukan cuma soal gaya. Ada perdebatan tak berujung antara “cantik dulu, nyaman belakangan” versus “nyaman dulu, gaya nomor dua”. Di satu sisi ada high heels yang bikin kaki terlihat jenjang, di sisi lain ada flat shoes yang dianggap solusi aman untuk kaki lelah. Tapi benarkah salah satu dari keduanya benar-benar “aman”?

Coba perhatikan langkahmu saat pakai high heels. Jalannya jadi pendek-pendek dan terkesan buru-buru, bukan? Itu bukan kebetulan. Saat memakai sepatu hak tinggi, seluruh beban tubuh bergeser ke depan dan bertumpu pada tulang-tulang kecil di ujung jari kaki.

Semakin tinggi hak sepatu, semakin besar bebannya. Riset bahkan menunjukkan, sepatu stiletto setinggi 10 sentimeter bisa menambah tekanan pada bagian depan kaki hingga 30 persen. Bukan cuma pegal, efek jangka panjangnya bisa berupa bunion alias benjolan keras di sendi pangkal jempol kaki, karena struktur tulang yang perlahan bergeser dari posisi normalnya.

Yang mengejutkan, satu dari sepuluh wanita ternyata memakai high heels setidaknya tiga hari dalam seminggu. Dan dari kelompok ini, sepertiganya pernah mengalami jatuh saat memakai sepatu tersebut. Jadi kalau kamu pernah terhuyung di gang mal karena heels, kamu nggak sendirian.

Banyak yang beralih ke flat shoes dengan alasan “yang penting nggak sakit”. Memang benar, permukaan yang datar mengurangi risiko terkilir dibanding heels. Tapi ada jebakan lain di baliknya: permukaan yang terlalu rata dan minim bantalan bisa memicu plantar fasciitis, yaitu peradangan pada jaringan tebal di bagian bola kaki yang bikin telapak kaki nyeri, terutama saat baru bangun dan melangkah pertama kali di pagi hari.

Belum lagi soal ukuran. Flat shoes yang terlalu ketat di bagian jari kaki bisa memicu cantengan atau ingrown toenail, yang jika dibiarkan bisa berkembang jadi infeksi.

Jadi, harus pilih yang mana? Jawabannya: nggak harus pilih salah satu. Kuncinya ada di variasi. Alih-alih setia pada satu jenis sepatu setiap hari, cobalah bergantian pakai sneakers, flat shoes, wedges, dan heels sesuai kebutuhan. Kalau memang harus pakai heels, sepatu dengan tinggi hak di bawah 3 sentimeter, dasar hak yang lebar, dan sol yang empuk jauh lebih ramah untuk kaki dibanding stiletto tipis nan runcing.

Pada akhirnya, kaki adalah aset jangka panjang yang menopang aktivitas sepanjang hari. Terlihat stylish itu penting, tapi bisa berjalan tanpa nyeri di usia 40 atau 50 tahun nanti, jelas jauh lebih penting.

WWW.MDI.NEWS