MDI.NEWS, Kota Bekasi —- Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pencegahan intoleransi dan radikalisme digelar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi di Studio Asistensi Media Nasional (AsMEN), Puncak Cikunir, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pada Rabu, 8 April 2026.
Acara ini dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Drs. Hudi Wijayanto, M.Si., bersama pengurus FKDM sebagai upaya memperkuat kapasitas deteksi dini di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi anggota FKDM dalam mengantisipasi potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. Penguatan ini dinilai penting mengingat dinamika sosial Kota Bekasi yang terus berkembang seiring tingginya mobilitas penduduk.
Hudi Wijayanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membekali para pengurus FKDM agar mampu menjalankan fungsi kewaspadaan secara optimal. Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya konflik sosial di masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kondisi Kota Bekasi yang heterogen dan terbuka menjadikan potensi munculnya berbagai isu cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya antisipasi sejak dini agar potensi konflik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Setiap potensi konflik berawal dari hal kecil yang harus segera dikenali dan diantisipasi agar tidak berkembang menjadi masalah besar,” ujar Hudi Wijayanto.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh pengurus FKDM dapat berperan aktif sebagai agen kewaspadaan di wilayah masing-masing. Peran tersebut diharapkan mampu menciptakan kondisi yang kondusif sehingga stabilitas keamanan dan jalannya pemerintahan tetap terjaga.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan di tengah meningkatnya arus pendatang, terutama pasca momentum Lebaran. Menurutnya, Kota Bekasi sebagai kota terbuka menerima siapa pun, namun tetap diperlukan tanggung jawab bersama agar kehadiran pendatang memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
“Siapa pun yang datang ke Kota Bekasi harus memiliki kesiapan dan tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan potensi masalah baru di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugiono, SE, SH, C.Med., Sp.PTN., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Ia menilai masih terdapat sejumlah indikator kerawanan yang harus ditangani secara kolaboratif.
Sugiono mengungkapkan bahwa FKDM akan mengembangkan program lanjutan dengan menyasar kalangan pelajar tingkat SMA. Program tersebut berfokus pada edukasi mengenai ciri-ciri perilaku individu yang terpapar paham intoleran maupun penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat diantisipasi sejak dini di lingkungan sekolah.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah bersama,” ujar Sugiono.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program FKDM membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam hal pembiayaan melalui APBD. Dengan dukungan tersebut, diharapkan seluruh program pencegahan dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi keamanan serta kenyamanan Kota Bekasi. (***)







