width=
width=

FKDM Kota Bekasi Perkuat Kewaspadaan Dini, Gencarkan Edukasi Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Bimtek & Sosialisasi bahaya paham intoleransi & Radikalisme. Sumber/ Lena MDINEWS

MDINEWS – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi menggelar kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) terkait bahaya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Asistensi Media Nasional (AsMEN), Jalan Puncak Cikunir, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu (08/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus FKDM tingkat kota dan kecamatan, serta melibatkan unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mendeteksi serta mencegah potensi penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran FKDM sebagai garda terdepan kewaspadaan dini di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif, bekerja sama dengan pihak Densus 88, untuk mencegah sejak dini berbagai persoalan terkait intoleransi, radikalisme, hingga terorisme di Kota Bekasi,” ujarnya.

Sugono juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah indikator kerentanan di masyarakat yang menjadi pekerjaan rumah bersama.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih intensif dan kolaboratif guna meredam perbedaan serta memperkuat persatuan.

Ia menegaskan bahwa isu intoleransi tidak hanya terbatas pada aspek agama, tetapi juga mencakup perbedaan pandangan sosial yang berpotensi memicu konflik. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai ciri-ciri, gejala, serta perubahan perilaku individu yang terindikasi terpapar paham radikal.

Ke depan, FKDM Kota Bekasi juga berencana memperluas sasaran edukasi ke kalangan pelajar, khususnya tingkat SMA.

Program tersebut akan mencakup penyuluhan serupa, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari upaya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Densus 88, AKP Nur Safriansyah, menekankan bahwa penanganan radikalisme tidak dapat dilakukan secara individu.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus bersama-sama mendampingi, membina, dan memperbaiki individu yang terpapar agar dapat kembali ke lingkungan sosial dengan baik,” jelasnya.

FKDM sebagai organisasi yang dibentuk berdasarkan regulasi pemerintah juga memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas daerah.

Dengan dukungan pembiayaan dari APBD, FKDM diharapkan mampu menjalankan fungsi deteksi dini secara optimal di tengah masyarakat.

Menutup kegiatan, FKDM mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan pemuda, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sinergi dan kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci dalam menjaga Kota Bekasi tetap aman, nyaman, dan kondusif.

WWW.MDI.NEWS