MDI.NEWS, Kabupaten Bekasi – Kepemimpinan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agraprana Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, resmi berganti. Melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar di Aula Kantor Desa Sumberjaya, Jumat (5/6/2026), Husni Solihin ditetapkan dan menerima amanah sebagai Direktur BUMDes Agraprana periode baru.

Musdes yang berlangsung terbuka dan partisipatif tersebut dihadiri unsur Pemerintah Desa Sumberjaya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa Kecamatan, Mitra Desa, LPM, para Ketua RT dan RW, Kepala Dusun, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus BUMDes lama dan baru, serta warga Desa Sumberjaya.
Selain menjadi agenda serah terima kepemimpinan, Musdes juga menjadi forum evaluasi kinerja BUMDes sekaligus penyusunan arah kebijakan pengembangan usaha desa ke depan.
Dalam pemaparan laporan pertanggungjawaban tahunan, pengurus BUMDes sebelumnya menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih. Salah satunya adalah keberhasilan memperoleh legalitas badan hukum dan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada tahun 2025, yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi kelembagaan BUMDes Agraprana.
BUMDes Agraprana juga dilaporkan telah menjalin kemitraan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), menjalani proses verifikasi tingkat pusat, serta menerapkan sistem tata kelola keuangan berbasis digital yang telah melalui proses audit guna mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha.
Meski demikian, pengurus sebelumnya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan modal usaha yang berdampak pada belum optimalnya pengembangan beberapa unit usaha yang telah direncanakan.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada peserta Musdes, tercatat kas BUMDes sekitar Rp32,5 juta yang sebagian besar masih berupa piutang. Adapun saldo kas aktif yang tersedia saat ini berada di kisaran Rp900 ribu.
Pada kesempatan tersebut, Husni Solihin secara resmi menerima estafet kepemimpinan BUMDes Agraprana. Ia menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan dan pengembangan usaha yang dinilai memiliki potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini tentu bukan tanggung jawab yang ringan. Kami akan melanjutkan program-program yang sudah baik, memperbaiki yang masih perlu dibenahi, serta membangun BUMDes yang lebih profesional, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Sumberjaya,” ujar Husni.
Menurutnya, kepengurusan baru akan fokus pada penguatan unit usaha yang sudah ada, pengembangan kemitraan strategis, pemberdayaan pelaku UMKM desa, serta mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan desa.
Sementara itu, PJ Kepala Desa Sumberjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musdes yang berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah desa serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan BUMDes sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan warga.
“BUMDes memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi desa. Karena itu, kami berharap pengurus yang baru mampu menghadirkan inovasi, membangun kolaborasi, dan mengembangkan usaha-usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Musyawarah Desa juga menyepakati sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi laporan tahunan, perubahan kepengurusan dan penyempurnaan AD/ART, pengesahan program kerja tahun 2026, hingga pembahasan program ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Dengan bergantinya kepemimpinan, BUMDes Agraprana diharapkan mampu memasuki babak baru yang lebih progresif dalam mengelola potensi ekonomi desa.
Dukungan pemerintah desa, BPD, dan masyarakat menjadi modal penting bagi pengurus baru untuk mewujudkan BUMDes yang mandiri, profesional, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan warga Desa Sumberjaya.(Dudung)







