MDI NEWS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/02/2026).
Kemitraan strategis ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat penguasaan teknologi hulu industri semikonduktor, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju negara berbasis teknologi tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan menciptakan lompatan besar dalam ekosistem digital nasional. Salah satu fokus utama adalah pelatihan 15 ribu engineer Indonesia agar mampu menguasai teknologi chip design.
Menurut Airlangga, penguatan kapasitas SDM menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian industri semikonduktor nasional, mengingat sektor ini merupakan fondasi bagi berbagai industri strategis global.
Pemerintah menargetkan pengembangan desain chip nasional yang difokuskan pada enam intellectual property (IP) strategis, meliputi:
-
Teknologi otomotif
-
Internet of Things (IoT)
-
Data center
-
Home appliances
-
Autonomous vehicle
-
Quantum computing
Langkah ini diharapkan mampu mendorong Indonesia masuk ke rantai pasok global industri semikonduktor, yang selama ini didominasi oleh negara-negara maju.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menambahkan bahwa program pelatihan akan dilakukan melalui dua skema utama.
Pertama, pengiriman tenaga ahli Indonesia ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan langsung. Kedua, mendatangkan pelatih dan pakar dari Arm ke Indonesia guna mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.
Rosan menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian teknologi nasional.
Kemitraan Danantara–Arm dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya Indonesia melakukan lompatan industri (industrial leapfrogging), khususnya di sektor teknologi tinggi. Dengan penguatan SDM dan penguasaan desain chip, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas peran di pasar global.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri berbasis inovasi dan teknologi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi masa depan.
Sumber: BPMI Setpres







