width=
width=

Prof. Abdullah Puteh Nilai Pernyataan “Londo Ireng” Prabowo Tak Perlu Dipolemikkan

MDINEWS, Kota Bekasi – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah “Londo Ireng” saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah kalangan menilai ungkapan tersebut merupakan bentuk satire yang ditujukan kepada oknum-oknum yang dinilai tidak beretika, termasuk dalam dunia politik maupun jurnalistik.

Menanggapi polemik tersebut, jurnalis MDI.NEWS meminta pandangan tokoh akademisi sekaligus negarawan, Prof. Dr. Abdullah Puteh, MM, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2000–2004.

Didampingi Prof. Dr. Risman Pasaribu dan Prof. Dr. TB. Massa Jaffar, MA, usai mengikuti Diskusi Publik bertema “Reformasi Partai Politik Menuju Indonesia Maju 2027” di Studio AsMEN, Kota Bekasi, Rabu (29/7/2026), Prof. Abdullah Puteh menyampaikan pandangannya terkait pernyataan Presiden Prabowo tersebut.

“Saya gak mau polemik soal itu, karena bukan itu substansinya. Istilah-istilah yang disampaikan presiden kita lebih tujuannya untuk mengeratkan bahwa presiden dengan wartawan itu sama dekat, jadi guyon saja. Cuman kadang-kadang yang tidak suka ya ditarik-tarik. Presiden pada hakekatnya ingin dekat dengan rakyat, dengan gaya beliau. Masing-masing punya gaya kan,” ujar mantan Gubernur Aceh sembari tersenyum.

Di akhir pertemuan, Prof. Abdullah Puteh juga menyampaikan harapannya agar AsMEN yang dinakhodai jurnalis senior Nurkholis CPLA terus menjadi ruang publik yang terbuka bagi lahirnya berbagai gagasan, pemikiran, dan diskusi konstruktif.

Menurutnya, forum-forum seperti itu memiliki peran penting dalam mengedukasi demokrasi serta memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (***)

Penulis: Imam Setiadi
WWW.MDI.NEWS