width=
width=

SP2MI Dorong Gerakan Literasi dan Pendampingan Anak Putus Sekolah di Jakarta Utara

MDI.NEWS, Jakarta  — Serikat Penggerak Pendidikan Masa Indonesia (SP2MI) mendorong penguatan gerakan literasi di lingkungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), khususnya di Jakarta Utara. Upaya tersebut dilakukan melalui peringatan Hari Literasi yang digelar di Yayasan Mutiara Hati, Jalan Moa, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selasa (29/9/2026).

 

Ketua Umum SP2MI Amiruddin Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari gerakan literasi yang didorong melalui pendidikan nonformal. Kegiatan itu dihadiri pengurus SP2MI Jakarta Utara, pengelola PKBM, tutor, serta warga belajar.

“Bulan literasi ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran warga belajar PKBM, khususnya di Jakarta Utara, agar kembali menumbuhkan semangat membaca dan kesadaran berliterasi,” kata Amiruddin Yusuf.

 

Menurut Amiruddin, Jakarta Utara dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan penting untuk memperluas gerakan literasi hingga ke masyarakat di lingkungan pendidikan nonformal.

 

Ia menjelaskan, gerakan literasi pada September merupakan bagian dari imbauan pemerintah melalui sektor pendidikan nonformal agar PKBM turut memperingati dan mengembangkan kegiatan literasi. SP2MI berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Dengan gerakan literasi yang semakin masif, kami berharap kesadaran membaca dan literasi digital dapat tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Amiruddin menilai penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai unsur lainnya perlu mengambil bagian dalam membangun budaya literasi sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Di Jakarta Utara, penguatan literasi telah menjangkau sejumlah PKBM yang berada di wilayah Jakarta Utara I dan Jakarta Utara II. Koordinator Wilayah Jakarta Utara SP2MI Nanik Sri Utami menyebut terdapat puluhan PKBM yang menjadi bagian dari jaringan pendidikan nonformal di wilayah tersebut.

“Untuk jaringan yang ada di Jakarta Utara jumlahnya sekitar 38 PKBM,” kata Nanik.

 

Nanik menjelaskan, Jakarta Utara terbagi dalam dua wilayah koordinasi. Jakarta Utara I meliputi kawasan Tanjung Priok, Penjaringan, dan Pademangan, sedangkan Jakarta Utara II meliputi Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading.

 

Menurut Nanik, penguatan literasi juga telah menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan di masing-masing wilayah. PKBM diberikan ruang untuk mengembangkan kegiatan literasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga belajar di lingkungan masing-masing.

 

Sekretaris Koordinator Wilayah Jakarta Utara SP2MI sekaligus Koordinator Wilayah Jakarta Utara II, Dewi Agustina, mengatakan kegiatan literasi mendapat respons positif dari warga belajar PKBM. Antusiasme tersebut terlihat dari keikutsertaan peserta dalam berbagai kegiatan dan perlombaan yang berkaitan dengan literasi.

“Warga belajar PKBM juga memiliki prestasi yang baik dalam bidang literasi. Hal itu terlihat dari antusiasme mereka mengikuti berbagai perlombaan,” ujar Dewi.

 

Ke depan, SP2MI berencana memperluas gerakan literasi dengan mengaitkannya pada pendampingan anak tidak sekolah dan anak putus sekolah. Amiruddin mengatakan, langkah tersebut dinilai penting karena persoalan pendidikan dan literasi memiliki keterkaitan erat, terutama bagi anak-anak yang tidak memperoleh akses pendidikan secara berkelanjutan.

 

Amiruddin menyebut data mengenai anak tidak sekolah yang disampaikan dalam pembahasan pemerintah mencapai sekitar 4 juta orang. Angka tersebut, menurut dia, menjadi salah satu perhatian SP2MI untuk mendorong gerakan pendampingan yang lebih luas. SP2MI juga masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Sosial terkait rencana sinergi dalam program pendampingan tersebut.

“Kami sedang menunggu undangan dari Kementerian Sosial untuk membahas kerja sama terkait gerakan anak tidak sekolah. Harapannya, program pendampingan dan gerakan literasi ini dapat dimulai dari Jakarta Utara dan kemudian berkembang secara nasional,” kata Amiruddin.

Kegiatan peringatan Hari Literasi juga diikuti warga belajar PKBM Mutiara Hati. Salah satunya Galuh Kirana Wijaya, warga belajar Paket A kelas VI berusia 12 tahun. Ia mengaku senang mengikuti kegiatan karena dapat belajar sekaligus bertemu dengan teman-teman baru.

 

Galuh menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuatnya semakin bersemangat untuk belajar. Ia juga mengajak teman-teman seusianya yang belum lancar membaca maupun mengenal huruf dan angka agar tidak berhenti belajar.

“Tetap semangat belajar. Kalian pasti bisa,” ujar Galuh.  (***)

WWW.MDI.NEWS