width=
width=

Samuel Ray Ajak Pekerja Muda Kenali Tujuan Karier

MDI.NEWS, Jakarta — Kreator konten sekaligus praktisi sumber daya manusia (SDM), Samuel Ray, membagikan pandangannya mengenai perjalanan karier dan tantangan yang dihadapi pekerja muda. Pengalamannya berinteraksi dengan para pencari kerja serta membagikan pengetahuan seputar dunia kerja melalui media sosial membuatnya melihat banyak anak muda mengalami kecemasan ketika memulai karier. Pada Senin (26/10/2026).

 

Kecemasan tersebut antara lain muncul ketika pekerjaan pertama tidak sesuai dengan harapan atau ketika pekerja harus menghadapi ketidakpastian selama masa percobaan kerja (probation). Kondisi ini menjadi salah satu gambaran realitas dunia profesional yang kemudian diangkat Samuel melalui buku Lagi Probation, yang kini diadaptasi menjadi film layar lebar produksi BASE Entertainment berjudul Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?.

 

Samuel mengaku tidak pernah membayangkan pengalaman dan pengetahuannya tentang dunia kerja dapat berkembang hingga menjadi sebuah buku yang kemudian diangkat ke layar lebar. Ia menyadari bahwa pengalamannya sebagai praktisi SDM memiliki keterbatasan sehingga memilih membagikan hal-hal yang benar-benar dipahami dan pernah dijalaninya.

“Saya tidak pernah menyangka bisa sampai ada di titik ini. Membayangkan pun tidak berani, karena saya tahu banyak yang saya tulis juga ada keterbatasannya sebagai HR Manager. Tidak semua ilmu HR saya tahu. Jadi saya membagikan apa yang saya tahu,” kata Samuel.

 

Menurut Samuel, pekerjaan pertama bukanlah ukuran mutlak untuk menilai kemampuan maupun harga diri seseorang. Perjalanan kariernya sendiri menunjukkan bahwa setiap kesempatan dapat menjadi ruang untuk belajar dan berkembang. Setelah menjalani profesi sebagai pekerja kantoran, ia kemudian menekuni dunia kepenulisan dan menjadi kreator konten hingga karyanya diadaptasi menjadi film.

 

Samuel juga merefleksikan perubahan tujuan karier seiring bertambahnya usia. Setelah sekitar satu dekade bekerja di lingkungan korporasi, termasuk di sebuah bank Jepang, ia mulai memahami bahwa prioritas seseorang dalam bekerja dapat berubah mengikuti fase kehidupan. Pada usia 20-an, pencapaian jabatan dan prestise cenderung menjadi perhatian, sedangkan pada usia yang lebih matang, keseimbangan hidup dan aktualisasi diri semakin penting.

“Saya tahun (bekerja di) korporat, sebelum akhirnya resign. Dulu waktu awal mulai, kerja di bank Jepang. Ya akhirnya, along the years, menyadari bahwa kerja itu mengejar sesuatu. Setiap musim hidup pasti ada bedanya. Usia 20-an mengejar prestise, title di kartu nama. Kalau sudah manajer, beda rasanya kalau ngasih kartu nama. Tapi sekarang mungkin sudah masuk 30-an akhir, ngejar balance, balance dan aktualisasi diri,” ujar Samuel.

 

Pandangan tersebut menjadi salah satu nilai yang tercermin dalam film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?. Film ini mengangkat persaingan dalam dunia kerja, semangat pantang menyerah, serta kehidupan masyarakat Jakarta yang berjuang memperoleh pekerjaan. Masa percobaan kerja digambarkan sebagai periode penuh ketidakpastian yang dapat menentukan langkah seseorang dalam melanjutkan karier.

 

Samuel menilai masa probation bukan sekadar tahapan administratif dalam proses perekrutan, melainkan pengalaman yang mengajarkan ketangguhan dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Seseorang dapat dinyatakan lolos, tidak lolos, atau memilih melanjutkan perjalanan profesional di tempat lain. Karena itu, ia menekankan pentingnya keberanian untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Bukunya banyak berbicara tentang kerja keras dan pantang menyerah. Masa probation itu kan kalau kita anggap dalam karier itu tiga bulan yang serba tidak pasti. Apa pun bisa terjadi. Bisa lulus probation, bisa tidak lulus, bisa pindah ke tempat lain. Film ini adalah perjuangan teman-teman pekerja dan pencari kerja,” tutur Samuel. Ia menambahkan, “Salah satu yang juga bisa kita refleksikan adalah bagaimana kita harus coba aja terus.”

 

Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? disutradarai Archie Hekagery dan diproduseri Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra. Film ini dibintangi Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Daffa Wardhana, Arafah Rianti, dan Lutfi Afansyah. Diproduksi oleh BASE Entertainment, film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Informasi terbaru mengenai film dapat diikuti melalui akun Instagram @filmlagiprobation dan @base.id.

 

Tentang BASE Entertainment

 

BASE Entertainment merupakan studio produksi film dan serial yang berkantor di Indonesia dan Singapura. Didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto, studio ini mengembangkan karya untuk menjangkau penonton regional maupun internasional. Sejumlah produksinya antara lain Perempuan Tanah Jahanam, Gadis Kretek, serial animasi Trese, dan Petualangan Sherina 2. Pada 2026, film animasi keluarga Garuda Di Dadaku meraih Gryphon Award kategori Best Film (Elements +6) dan LETE Special Award di Giffoni Film Festival ke-56, Italia. Sementara itu, film horor Paket Santet yang dirilis pada Agustus 2026 memperluas jangkauan internasionalnya dengan rencana penayangan di Rusia, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. (***)

WWW.MDI.NEWS